Minggu, 12 April 2026

Persib Bandung

Mengaku Peduli Terhadap Kasus di Rohingya Tapi 'Kekeuh' Menghukum Bobotoh, Ini Penjelasan PSSI

Konflik Rohingya telah masuk ranah politik dan sejarah yang kompleks dimana telah menyedot perhatian internasional.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
tribun timur
Koreografi dari bobotoh di Stadion si Jalak Harupat, Sabtu (9/9/2017). 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Persib Bandung dijatuhi sanksi oleh PSSI berupa denda 50 juta rupiah akibat aksi koreo "Save Rohingya" yang dilakukan oleh suporter Persib.

Aksi solidaritas koreografi "Save Rohingya" tersebut dilakukan pada laga Persib Bandung vs Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung pada Sabtu (9/9/2017) lalu.

Aksi solidaritas tersebut melanggar pasal 67 ayat 3 Kode Disiplin PSSI yang diterapkan sesuai dengan Kode Disipliner FIFA.

Melansir dari media@pssi.org, dalam ketentuan yang berlaku secara global tersebut, FIFA menentukan bahwa pemaparan simbol politik dalam bentuk apapun dianggap sebagai tindakan yang tidak sesuai (improper conduct), yang dapat dikenakan sanksi.


Namun banyak yang beranggapan, aksi tersebut adalah suatu bentuk solidaritas semata.

Bahkan persoalan itu pun membuat anggota X DPR RI Dadang Rusdiana ikut bersuara.

"Persoalan Rohingya ini, kan, kemanusiaan. Bukan SARA atau politik. Jadi mereka (Bobotoh) melakukan aksi itu bentuk dan wujud dari kemanusiaan," kata Dadang Rusdiana, dikutip dari jabar.tribunnews.com.

Dengan banyak tafsirnya aksi koreo "Save Rohingya" tersebut, maka muncul pertanyaan bagaimana sebuah simbol dapat dikatakan bermuatan politik dan SARA ?

FIFA tidak memberikan penjelasan secara rinci mengenai unsur apa saja yang dapat dikategorikan sebagai hal yang bersifat politis. Dengan demikian, jawaban dari pertanyaan itu bisa diformulasikan dengan merujuk pada preseden FIFA dalam menjatuhkan sanksi. Dalam konteks ini, tentunya sanksi dimaksud adalah sanksi yang dijatuhkan terhadap adanya simbol-simbol yang bersifat politis dalam penyelenggaraan sepakbola baik oleh pemain, klub maupun asosiasi anggota seperti PSSI. BolaSport.com melansir dari media@pssi.org.

Hal-hal serupa terkait simbol dalam penyelenggaraan sepak bola tidak hanya terjadi di Indonesia saja.

Di penghujung tahun 2016, FIFA pernah menjatuhkan sanksi denda terhadap FA negara Inggris, Skotlandia, dan Wales.

Pasalnya federasi-federasi tersebut mengizinkan tim-tim nasional mereka menggunakan atribut bunga poppies untuk pada seragam yang dipakai pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2018.

Bunga poppies dipakai untuk menghormati korban perang dan veteran-veteran perang.

Perwakilan FIFA menyatakan bahwa institusinya menghargai makna yang terkandung dalam simbol tersebut beserta pihak-pihak yang dihormati dari pemakaian simbolnya. Akan tetapi FIFA mengambil sikap tegas untuk menerapkan prinsip bahwa sepakbola bebas dari unsur politik, agama dan ras. Prinsip ini diadopsi dari gerakan olimpiade yang diusung oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC), yang keberadaannya juga menjadi induk bagi FIFA dan sepakbola secara global, dilansir dari media@pssi.org.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved