Pergelaran Kongres Tekstil dan Kostum Internasional 2017 di ITB

Kongres Tekstil dan Kostum Internasional diselenggarakan setiap dua tahun sekali, yang mana kongres ini pertama kali dilaksanakan pada 2011 di Bandung

Penulis: Fasko dehotman | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN
Beragam bentuk karya yang dipamerkan Kongres Tekstil dan Kostum Internasional 2017, di antaranya blazer berbahan tekstil. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi dengan Ars Textrina dan Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Kongres Tekstil dan Kostum Internasional, pada Kamis (7/9/2017).

Acara ini digelar di Aula Timur ITB.

Kongres Tekstil dan Kostum Internasional 2017 yang diselenggarakan di ITB, Bandung, Kamis (7/9/2017).
Kongres Tekstil dan Kostum Internasional 2017 yang diselenggarakan di ITB, Bandung, Kamis (7/9/2017). (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Kongres tekstil ini turut menghadirkan pemateri Prof. Michael A Hann (dari Ars Textrina), Prof. Zang Baohua (dari Tsinghua University), Dr. Kahfiati Kahdar, MA (Dosen Kriya ITB), dan WGSN (Trend Forecasting Company).

Kongres Tekstil dan Kostum Internasional diselenggarakan setiap dua tahun sekali, yang mana kongres ini pertama kali dilaksanakan pada 2011 di Bandung.

Pada 2013, kongres tekstil dan kostum internasional diselenggarakan di Bangkok Thailand, kemudian pada 2015 di Istanbul Turki.

Beragam bentuk karya yang dipamerkan Kongres Tekstil dan Kostum Internasional 2017, di antaranya tas berbahan tekstil.
Beragam bentuk karya yang dipamerkan Kongres Tekstil dan Kostum Internasional 2017, di antaranya tas berbahan tekstil. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Lalu pada 2017, agenda tahunan ini kembali mempertemukan para akademisi dari berbagai negara untuk saling berbagi inovasi dan teknologi baru di dunia tekstil.

Misalnya perangkat lunak komputer untuk merancang pakaian hingga pembuatan pakaian otomatis oleh mesin pabrik.

Kongres tersebut banyak membahas topik dari berbagai disiplin ilmu tekstil.

Di antaranya tentang pemakaian bahan-bahan alami, mulai dari rancangan, proses produksi, hingga pemasaran.

Beragam bentuk karya yang dipamerkan Kongres Tekstil dan Kostum Internasional 2017, di antaranya kursi berbahan tekstil.
Beragam bentuk karya yang dipamerkan Kongres Tekstil dan Kostum Internasional 2017, di antaranya kursi berbahan tekstil. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Tekstil terbagi menjadi tekstil tradisional, eksplorasi material, pemasaran tekstil, kostum, dan pakaian tradisional, serta estetika dan psikologi tekstil.

Selain membahas materi mengenai tekstil, kongres ini juga memamerkan karya tekstil kostum internasional dari para mahasiswa ITB Jurusan Kriya.

Beragam bentuk karya yang dipamerkan, di antaranya tas berbahan tekstil, kursi berbahan kulit tekstil, gaun berbahan tekstil, blazer berbahan tekstil, dan rajutan kain tekstil.

Dosen Kriya ITB, Kahfiati Kahdar menuturkan, revolusi Industri merupakan hak yang sangat mempengaruhi industri-industri global.

Beragam bentuk karya yang dipamerkan Kongres Tekstil dan Kostum Internasional 2017, di antaranya blazer berbahan tekstil.
Beragam bentuk karya yang dipamerkan Kongres Tekstil dan Kostum Internasional 2017, di antaranya blazer berbahan tekstil. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved