Antisipasi Intel Asing Kacaukan Bandung, Pemerintah Data 198 Mahasiswa Asing
"Menurut data kami, 198 WNA yang belajar di Bandung," ujar Asep Mauludin, Subid Pembauran Kota Bandung, Balai Kota, Selasa (5/9/2017).
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Berbagai cara dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk mencegah intel asing memasuki Kota Bandung.
Ditakutkan intel - intel asing berusaha memprovokasi dan memecah belah persatuan dan kesatuan Indonesia, khususnya Kota Bandung.
Satu di antara cara untuk mencegah masuknya intel asing adalah pendataan mahasiswa asing.
"Menurut data kami, 198 WNA yang belajar di Bandung," ujar Asep Mauludin, Subid Pembauran Kota Bandung, Balai Kota, Selasa (5/9/2017).
Selain Rekaman Pertengkaran, Hal ini jadi Tanda Indria Kameswari Tak Hargai Suami https://t.co/hoOMAvmo5E via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 5, 2017
Asep mengakui data WNA tersebut didapat dari data mahasiswa yang mengikuti program Pelatihan Kerja Lapangan (PKL) dan mahasiswa yang sedang penelitian.
"Mahasiswa yang mau PKL dan penelitian harus ada izin kami dulu," tambah Asep.
"Yang saya takutkan itu ada intel yang menyamar menjadi mahasiswa. Dia provokator seperti saat demo papua merdeka. Dia pake topi pake kupluk (hoodie). Jadi tidak keliatan. Tapi kami sudah pantau pergerakan dia," ujar Asep.
Namun, Asep enggan memberitahu biodata dari orang yang bersangkutan. (Isal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/operasi-yustisi-kota-bandung-ke-wna_20160820_154227.jpg)