BRI Kanwil Bandung Dukung Percepatan Program Indonesia Pintar

Pemerintah melalui Kemendiknas terus mendorong percepatan pelaksanaan program Indonesia. . .

Editor: Fauzie Pradita Abbas
ISTIMEWA
Pemimpin Kanwil BRI Bandung, M. Fankar Umran memberikan Kartu Indonesia Pintar dan ATM Tabungan Simpanan Pelajar BRI secara simbolis kepada Kadis. Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana didampingi Anggota DPR RI Komisi X, Nico Siahaan dan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendiknas,Wowon Widaryat di SD Halimun Bandung. 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Pemerintah melalui Kemendiknas terus mendorong percepatan pelaksanaan program Indonesia pintar (PIP) yang selama ini banyak mengalami kendala di seluruh Indonesia.

“Program Indonesia Pintar ini mempunyai kendala yang pertama adalah masalah distribusi di seluruh Indonesia karena keadaan alam kita akhirnya distribusi menjadi lebih sulit dan kami ingin ada cara bagaimana supaya lebih mudah. Kedua, dari tahun-ketahun data penerima selalu berubah, misalnya tahun ini dapat tahun berikutnya tidak dapat. Ada data yang tidak berlanjut akhirnya dicarilah solusinya melalui  kerjasama dengan bank BRI,” tutur Anggota DPR RI Komisi X, Nico Siahaan usai menyampaikan sosialisasi program Indonesia Pintar 2017 di SD BPI dan SD Halimun Jalan Halimun Bandung belum lama ini.

Dikatakan Nico, kerjasama dengan BRI ini dilakukan melalui pembukaan rekening tabungan bagi anak-anak penerima bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Dengan pembukaan rekening ini diharapkan anak-anak kelas 1 SD  bisa mendapatkan bantuan sampai nanti selesai SMA/SMK. Jangan sampai terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya kelas 1 dapat namun ketika kelas 2 tidak dapat lagi padahal benar-benar dari keluarga pra sejahtera,”ucapnya.

“Selain  itu, terjadi juga ketika lulus kelas 6 SD ingin melanjutkan ke SMP harus daftar lagi ini kan yang membuat semakin ribet. Sekarang sudah dicarikan solusi terbaik, cukup daftar satu kali melalui tabungan simpenan pelajar (Simpel) dari bank BRI, kemudian nanti dapat kartu ATM, kartu itu yang akan digunakan. Sehingga pemerintah tinggal ngisi ke rekening tabungan anak tersebut, tugas pemerintah tinggal merapihkan data siapa penerima yang akan di afdet dari tahun ketahun. Biasanya yang sudah dapat akan dapat terus, kecuali nanti sekolah selaku yang menjadi pem-verifikasi terakhir yang akan menentukannya. Misalnya tahun ini anaknya terlihat kurang mampu, dua tahun kemudian orangtuannya sejahtera dapat pekerjaan dua-duanya punya motor, rumah, dll. Nanti akan direvisi, begitu juga yang tadinya cukup tapi tiba-tiba menjadi kurang mampu akan direvisi dan mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar. Jadi pemerintah tinggal revisi-revisi saja,”kata Nico.

Diseluruh Indonesia penerima ini ditargetkan untuk 19 juta siswa yang rawan melanjutkan pendidikan, pemegang kartu indonesia sehat/kartu Indonesia pintar terdahulu atau pemegang KKS, mereka orang-orang pertamakali yang mendapatkan program Indonesia pintar.

Dengan besaranya untuk SD Rp 450 ribu/tahun, SMP Rp 750 ribu/tahun dan SMA Rp 1 juta per tahun.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pemberian Kartu Indonesia Pintar dan ATM Tabungan Simpanan Pelajar BRI secara simbolis oleh Pemimpin Kanwil BRI Bandung, M. Fankar Umran kepada Kadis.

Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana didampingi Anggota DPR RI Komisi X, Nico Siahaan dan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendiknas,Wowon Widaryat di SD Halimun Bandung.   

Sementara itu diungkapkan Pemimpin BRI Kanwil Bandung, M. Fankar Umran, dari segi perbankan, kerjasama ini akan semakin mudah Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) selain lebih sederhana dan mudah dalam mengambil uang tidak seperti tahun lalu harus mengantri. Program ini juga dalam rangka melatih anak-anak untuk melakukan gemar menabung, bertransaksi digital.

Sehingga semakin kedepan anak-anak ini menjadi melek perbankan bahkan kedepannya dapat melakukan investasi.

“Diharapkan program Indonesia Pintar berjalan lancar. Memang tahap pertama ini seperti agak krodit karena pertama melakukan verifikasi untuk semua SD di seluruh Jawa Barat yang jumlah kurang lebih 1 juta siswa dan SMP sebanyak 750 ribu orang. Dan harus selesai tahun ini, verifikasi disekolah masing-masing, bank hanya menyalurkan sesuai dengan data dari sekolah,” ucap Fankar.

Fankar mengatakan, Pos BRI untuk SD dan SMP diseluruh Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

Program Indonesia Pintar (PIP) yang merupakan program pemerintah merupakan bagian dari bansos bidang pendidikan.

Pada bansos-bansos sebelumnya berupa pemberian uang tunai. Tahun 2017 melalui perbankan, untuk program PIP, BRI Kanwil Bandung memberikan peran untuk menyalurkan bantuan pendidikan kepada murid SD dan SMP.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved