Sabtu, 30 Mei 2026

Digital Preneur Mulai Tumbuh, UKM Digital Belimbing Ini Tuai Omset Rp 10 Juta Per Bulan

Pertumbuhan digital preneuer kini tidak hanya di kota-kota besar, namun mulai berkembang di kota-kota penyangga di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Dedy Herdiana
ISTIMEWA
Triono, tim Kampung UKM Digital Belimbing berhasil menjual salah satu produk olahan belimbing ke Inggris. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR. CO.ID,BANDUNG - Pertumbuhan digital preneuer kini tidak hanya di kota-kota besar, namun mulai berkembang di kota-kota penyangga di Indonesia.

Dengan kehadiran digital preneur ini, diharapkan Indonesia tidak lagi menjadi obyek tapi subyek atau pelaku hingga bisa bersaing secara global.

"Indonesia memiliki potensi, sudah banyak juga yang menuai sukses bahkan ke ranah global, " kata Ery Punta Hendraswara, Managing Director Indigo.id dalam keterangan persnya, Selasa (22/8/2017).

Dicontohkan, binaan Indigo, Payfazz berhasil masuk program akselerator global yang sulit dan kini sudah dapat suntikan modal global.

Contoh lainnya adalah Kampung UKM Digital Belimbing dari Depok, yang berhasil menuai rerata omset Rp 10 juta per bulan setelah aktif menggunakan platform e-dagang PT Telkom, blanja.com.

Baca: Indonesia Siap Bantu Cari Awak Kapal Perang Amerika yang Hilang di Selat Malaka

Triono, tim Kampung UKM Digital Belimbing mengatakan, pihaknya bahkan berhasil menjual salah satu produk olahan belimbing ke Inggris.

"Kalau di Indonesia, hampir semua provinsi sudah pernah kami kirim paket. Per bulan sekitar 50 sampai 100 transaksi, paling laris jualan kuliner dan aksesoris, khususnya kripik singkong," katanya.


Tanpa punya toko, juga tak produksi barang sendiri, toko daringnya bisa diburu banyak pembeli. Itu karena, sambung dia, Blanja.com banyak memberikan akses.

Triono menjelaskan, promo dari platform belanja daring itu sering digelar dengan potongan harga menarik. Ini bisa bertambah apabila pembelian menggunakan layanan uang digital Telkomsel, Tcash.

"Karena itulah, kami pun mengajarkan ini kepada UKM lain. Kami punya puluhan mitra UKM di Depok agar mereka juga jualan daring tanpa perlu banyak modal namun jangkauan bisnis luas sekali," katanya.


Para digitalpreneur ini merupakan peserta dari program Digital Lounge (DILo) hasil kerjasama Indigo.id PT Telkom dengan MIKTI, yang kini ada di belasan kota utama di Indonesia.

Ismail, founder Kulze.in, menambahkan, usaha katering daring kustomisasinya sudah berjalan setahun ini dengan pelanggan dari BUMN dan perusahaan besar di kota tersebut.

Menurut dia, usaha daring memungkinkan kreativitas dan fleksibilitas baginya tanpa perlu banyak modal dan pengalaman.

"Saya awalnya karyawan swasta, bosen tiap makan siang dari itu-itu saja. Saya bikin kulze.in dengan menawarkan katering makan siang yang bersumber dari banyak pedagang makanan skala kecil," katanya.


Pelanggan dibuatnya diberi tawaran tiap hari berubah menu, bahkan bisa ambil paket kustom misal seminggu lima kali atau malah cukup seminggu sekali, sehingga memudahkan semua.

"Target saya punya ekspedisi motor makin banyak, juga UKM pedagang makanan yang jadi mitra saya makin banyak. Apalagi Bogor ini kota kuliner kan, potensinya besar," katanya.

Ridho Ilahi, CEO Myprospec.com, mengatakan, platform digital bahkan memungkinkan dirinya menyediakan layanan media sosial profesional lokal bersanding dengan layanan eksiting.

"Kebutuhan spesifik profesi lokal, mulai dari instruktur yoga, penyelam, hingga SPG, memungkinkan bersaing dengan raksasa daring, " katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved