Selasa, 21 April 2026

Pilgub Jabar

Haris Yuliana :72 Tahun Merdeka, Masih Banyak PR untuk Indonesia

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Haris Yuliana, mengatakan secara de jure dan de facto Indonesia memang sudah merdeka.

ISTIMEWA
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Haris Yuliana. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Memasuki usia ke-72 tahun Kemerdekaan Indonesia, rakyat Indonesia dinilai masih belum bisa merasakan manfaat kemerdekaan yang seutuhnya.

Salah satu indikasinya adalah masih banyak rakyat Indonesia yang belum sejahtera dan mendapatkan keadilan dari pemerintah.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Haris Yuliana, mengatakan secara de jure dan de facto Indonesia memang sudah merdeka.

Baca: Beri Komentar Pedas Pada Anak Jokowi yang Bawa Tas Mewah di HUT RI, Netter Ini Langsung Disemprot

Namun menurut Haris, harus dilihat kembali makna dan tujuan dari kemerdekaan yang telah diperjuangkan bangsa Indonesia saat melawan penjajah.

"Ini yang harus dipikirkan bersama. Tujuan dari merdeka itu seperti apa. Sehingga kita bisa memaknai kemerdekaan itu," ujarnya di Bandung, Jumat (18/8/2017).

Dijelaskan Haris, tujuan dari merdekaan adalah memerdekakan jiwa dan pikiran dari berbagai pengaruh negatif dan penindasan.


Namun saat ini, malah muncul persoalan dan isu mengenai diktator atau penguasa yang zalim.

"Jika kondisinya seperti itu, maka masih ada rasa tidak merdeka di dalam diri masyarakat. Karena tujuan penting dari merdeka adalah kesejahteraan dan keadilan. Ini juga rasanya masih jauh," tuturnya.

Karena itu, Haris mengatakan pemerintah harus bekerja keras untuk kebahagiaan rakyat Indonesia.

Bukan hanya sekedar melakukan upaya untuk mempertahankan eksistensi politik dan kekuasaan di pemerintahan.


"Kesejahteraan rakyat adalah hal penting yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Program yang dilakukan benar-benar harus menyentuh rakyat tidak hanya kepentingan politis yang bertujuan hanya untuk mempertahankan kedudukan atau kekuasaan saja," tuturnya.

Haris menambahkan, kekuasaan adalah alat untuk memperbesar energi kebaikan, bukanya tujuan untuk diraih dengan berbagai macam cara.

"Selain itu juga, kekuasaan adalah untuk melipatgandakan kekuatan dalam menyebar kesejahteraan," katanya. (*/Adv)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved