Wow! Lewat Ternak Hewan Lucu Ini, Seorang Pria Lulusan Ilmu Budidaya Ikan Raup Untung Rp 932 Juta
Masih ingat kisah mahasiswa asal Taiwan yang sukses meraup keuntungan Rp 88 juta per bulan dari bisnis beternak kecoak? Kali ini ada kisah seorang ...
Penulis: Futhuriyyah Rufaidah Mahendra | Editor: Futhuriyyah Rufaidah Mahendra
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Futhuriyyah Mahendra
TRIBUNJABAR.CO.ID - Masih ingat kisah mahasiswa asal Taiwan yang sukses meraup keuntungan Rp 88 juta per bulan dari bisnis beternak kecoak?
Kali ini ada kisah seorang lulusan Ilmu Budidaya Perikanan dari Universitas Malaysia Sabah (UMS) yang sukses dalam bisnis hewan lucu ini.
Jubair Juhinin (27) awalnya tidak pernah berpikir bisnisnya beternak kelinci akan mencapai kesuksesan seperti sekarang.
Jubair membuka Arnab Village di Kampung Purakagis, Ranau, Malaysia, pada tahun lalu dan kini berhasil menjadi tempat wisata populer.
Melalui penjualan tiket, Jubair berhasil meraup keuntungan sebesar 300 ribu Ringgit atau sekira Rp 932 juta per tahunnya.
Di Arnab Village kini terdapat 400 kelinci dari 18 spesies berbeda yang secara bebas berkeliaran di luar kandang.
Di tempat wisata ini pengunjung dapat memegang langsung para kelinci dan juga memberi mereka makan.
Melihat kesuksesannya saat ini, Jubair berencana meningkatkan jumlah kelinci menjadi seribu ekor pada awal tahun depan.
Baca: Bangga Bisa Melahirkan Normal, Ibu Muda Ini Malah Ejek Wanita Lain yang Melahirkan Secara Caesar
Jubair memulai bisnisnya hanya bermodal kurang dari Rp 15 juta untuk investasi tempat dan juga fasilitas.
"Kawasan Arnab Village sekarang dilengkapi fasilitas umum yang lebih baik. Pada tahap ketiga pembangunan, kami akan fokus membangun restoran dan toko aksesori," tutur Jubair.
Tiket masuk Arnab Village terbagi menjadi dua kategori, pertama untuk warga Malaysia, dan kedua untuk warga negara asing.
Untuk warga negara Malaysia dewasa dikenakan biaya lima Ringgit (Rp 15 ribu) dan tiga Ringgit (Rp 9 ribu) untuk anak-anak.
Sedangkan untuk warga negara asing, tiket orang dewasa adalah 10 Ringgit (Rp 31 ribu) dan lima Ringgit (Rp 15 ribu) untuk anak-anak.
Mahasiswa Beternak Kecoak Raup Untung Rp 88 Juta Per Bulan
Saat ini banyak pelajar dan mahasiswa yang sudah memiliki penghasilan sendiri dari usaha yang dibuatnya.
Seorang mahasiswa asal Taiwan bernama Tong ini juga membuat usaha sendiri dalam bidang peternakan.
Namun peternakan yang dibuatnya bukanlah sapi atau kambing yang lazim dijadikan hewan ternak.
Baca: Ini Alasan Penunjukan Raline Shah sebagai Komisaris Independen AirAsia
Tong memilih hewan yang ditakuti banyak orang sebagai hewan yang akan diternaknya.
Hewan tersebut adalah kecoak, musuh sejati para pria, apalagi kecoak yang dapat beterbangan.
Dilansir dari World of Buzz, pria berusia 20 tahun ini mampu menghasikan uang hingga 200 ribu Dollar Taiwan atau sekira Rp 88 juta per bulannya.
Uang sebanyak itu ia dapatkan dari beternak kecoak yang ia mulai satu setengah tahun yang lalu.
Baca: Awalnya Dikira Tempat Hunian Makhluk Halus, Ternyata Pulau Kunti Miliki Pesona Alam yang Aduhai
Awalnya, Tong membeli kecoak untuk dijadikan pakan peliharaannya.
Lalu Tong merasa proses pembelian kecoak terlalu merepotkan baginya, jadi ia memutuskan untuk menernakan kecoak sendiri.
Reproduksi kecoak milik Tong ternyata sangat cepat, hanya dalam waktu enam bulan ia sudah memiliki 30 ribu sampai 40 ribu kecoak.
Bersama seorang bernama Tse, Tong akhirnya membuat peternakan kecoak.
Ia juga memberi makan secara langsung pada ternaknya dan juga membangun tempat penampungan kecoaknya.
Baca: Gara-gara Dengar Lagu kematian, Mahasiswa Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi
Tidak mudah bagi Tong pada awalnya, karena sesungguhnya ia takut pada kecoak.
Ia bahkan mengaku mengalami mimpi buruk setiap malam selama satu bulan.
Tong juga dihindari oleh temannya saat mereka tahu pekerjaan Tong saat ini, bahkan mereka tidak ingin berjabat tangan dengan Tong.
Namun, Tong selalu sabar menjelaskan bahwa kecoak yang ada di peternakannya berbeda dengan kecoak yang biasa ditemukan di rumah.
Ia bahkan sering mengundang teman-temannya untuk melakukan tur keliling di peternakan kecoaknya.
Hingga saat ini, ada lebih dari 2,7 juta kecoak dari berbagai spesies di peternakan Tong.
Well, setelah membaca kisah Tong, kamu berani beternak kecoak juga?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jubair-juhinin_20170809_162714.jpg)