Mengenal 3 Jenis Teleskop Koleksi Observatorium Imah Noong
Pemilik Observatorium Imah Noong, Hendro Setyanto, mengatakan kata 'teleskop' diambil dari bahasa Yunani, yakni tele yang berarti jauh dan skopein
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Lensa utama berfungsi sebagai pengumpul bayangan dan cahaya.
Kemudian diteruskan ke lensa mata untuk ditampilkan ke mata sebagai bayangan dari sebuah benda.
Hendro menambahkan, tujuan dari teleskop refraktor adalah membiaskan atau membelokkan cahaya.
Refraksi ini menyebabkan sinar cahaya paralel berkumpul pada titik fokus.
Teleskop akan mengkonversi seikat sinar sejajar dengan membuat sudut alpha.
Dengan sumbu optik untuk sebuah kumpulan sinar paralel kedua dengan sudut beta.
Rasio beta berbanding alpha disebut sudut pembesaran.
"Ini sama halnya dengan perbandingan antara ukuran gambar retina yang diperoleh dari teleskop maupun tanpa teleskop," tutur Hendro Setyanto.
2. Reflektor (Katoptrik)
Adalah jenis teleskop yang menggunakan cermin untuk memantulkan cahaya dan bayangan benda.
Hendro Setyanto menyebut reflektor merupakan teleskop alternatif dari teleskop refraktor lantaran kelainan cacat kromatik yang ditimbulkan oleh lensa.
"Meskipun teleskop reflektor menghasilkan kelainan optik lainnya, desain reflektor memungkinkan untuk pengembangan diameter yang cukup besar," jelas Hendro Setyanto.
Hendro mengaku hampir sejumlah teleskop-teleskop astronomi yang digunakan astronom profesional seperti NASA adalah teleskop reflektor.
Cermin lengkung utama pada teleskop reflektor, imbuhnya, adalah elemen utama yang akan membuat gambar pada bidang fokus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/teleskop_20170808_133501.jpg)