Sabtu, 11 April 2026

Ikut Pawai Beras Perelak, Puti Sukarno: Ini Konsep Membumikan Pancasila

Pawai beras perelek ini juga sekaligus mencatatkan rekor Muri terbanyak melibatkan 53 ribu warga.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Bupati Purwakarta dan Puti Soekarnoputri, di sela pawai beras perelek di Purwakarta, Jumar (4/8). 

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Cucu Presiden RI pertama Soekarno, Puti Sukarnoputri mengaku berbangga hati bisa ikut pawai beras perelek di Purwakarta, Jumat (4/8) sebagai pemaknaan sila kedua Pancasila.

Pawai itu sekaligus bagian dari rangkaian HUT Purwakarta ke 186 dan Kabupaten Purwakarta ke 49.

Pada pawai itu, ribuan warga membawa beras dengan disimpan ke bambu kecil untuk dikumpulkan dan dibagikan ke warga yang membutuhkan. 


"Alhamdulillah hari ini saya bisa datang ke Purwakarta untuk pawai beras perelek, ikut pawai bersama warga ditemani pak Dedi bupati juga," ujarnya. 

Ia setuju dengan beras perelek sebagai pemaknaan terhadap sila kedua Pancasila.

Menurutnya, gerakan beras perelek yang dikumpulkan warga adalah bentuk nyata dari gotong royong.

"Menurut saya ini adalah momen yang sangat baik sekali, karena seperti  yang disampaikan oleh pak Dedi bahwa upaya ini adalah merupakan wujud dari Pancasila. Dan gerakan beras perelek ini adalah konsep membumikan Pancasila atau pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya. 

Ia menganggap beras perelek sebagai bagian dari tradisi budaya Sunda.

Karenanya, ia yang juga menjabat Anggota DPR RI dari Komisi X yang membidangi masalah pendidikan dan kebudayaan, kedatangannya ke Purwakarta menyaksikan gerakan beras perelek adalah hal yang tepat. 

Baca: Nitizen Puji Putri Jokowi, Katanya: Cantik Banget, Pake Lipstik Apa Mbak?

Baca: Dokter Ganteng Ryan Thamrin Suka Belajar, Ini Tempat-tempat Dia Menimba Ilmu

"Ini adalah bagian memodernisasi tradisi budaya di tengah iklim globalisasi modern. 
Pak Dedi di Purwakarta sudah membumikan Pancasila dengan konsep ini," ujar Puti. 

Disinggung ihwal kedatangannya sebagai bagian dari komunikasi politik karena dia dan Dedi sama-sama calon gubernur dari beda partai, Dedi dari Golkar dan Puti dari PDIP.

"Malam ini kita hanya bersenang-senang dulu saja.  Yang pasti saya datang ke sini bagian dari melihat kerja membumikan Pancasila," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved