Ikut Pawai Beras Perelak, Puti Sukarno: Ini Konsep Membumikan Pancasila
Pawai beras perelek ini juga sekaligus mencatatkan rekor Muri terbanyak melibatkan 53 ribu warga.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Cucu Presiden RI pertama Soekarno, Puti Sukarnoputri mengaku berbangga hati bisa ikut pawai beras perelek di Purwakarta, Jumat (4/8) sebagai pemaknaan sila kedua Pancasila.
Pawai itu sekaligus bagian dari rangkaian HUT Purwakarta ke 186 dan Kabupaten Purwakarta ke 49.
Pada pawai itu, ribuan warga membawa beras dengan disimpan ke bambu kecil untuk dikumpulkan dan dibagikan ke warga yang membutuhkan.
Cobalah Tidak Gagal Fokus Melihat 31 Gambar ini, Jangan Ngeres Lihat Nomor 17 https://t.co/DQkvbBac55 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 4, 2017
"Alhamdulillah hari ini saya bisa datang ke Purwakarta untuk pawai beras perelek, ikut pawai bersama warga ditemani pak Dedi bupati juga," ujarnya.
Ia setuju dengan beras perelek sebagai pemaknaan terhadap sila kedua Pancasila.
Menurutnya, gerakan beras perelek yang dikumpulkan warga adalah bentuk nyata dari gotong royong.
"Menurut saya ini adalah momen yang sangat baik sekali, karena seperti yang disampaikan oleh pak Dedi bahwa upaya ini adalah merupakan wujud dari Pancasila. Dan gerakan beras perelek ini adalah konsep membumikan Pancasila atau pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia menganggap beras perelek sebagai bagian dari tradisi budaya Sunda.
Karenanya, ia yang juga menjabat Anggota DPR RI dari Komisi X yang membidangi masalah pendidikan dan kebudayaan, kedatangannya ke Purwakarta menyaksikan gerakan beras perelek adalah hal yang tepat.
Baca: Nitizen Puji Putri Jokowi, Katanya: Cantik Banget, Pake Lipstik Apa Mbak?
Baca: Dokter Ganteng Ryan Thamrin Suka Belajar, Ini Tempat-tempat Dia Menimba Ilmu
"Ini adalah bagian memodernisasi tradisi budaya di tengah iklim globalisasi modern.
Pak Dedi di Purwakarta sudah membumikan Pancasila dengan konsep ini," ujar Puti.
Disinggung ihwal kedatangannya sebagai bagian dari komunikasi politik karena dia dan Dedi sama-sama calon gubernur dari beda partai, Dedi dari Golkar dan Puti dari PDIP.
"Malam ini kita hanya bersenang-senang dulu saja. Yang pasti saya datang ke sini bagian dari melihat kerja membumikan Pancasila," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/puti-soekarnoputri_20170804_212235.jpg)