Jumat, 17 April 2026

Warga Menduga Limbah Dibuang ke Sungai Cikijing pada Tengah Malam hingga Subuh

Menurut Abun, waktu pembuangan limbah dari pabrik-pabrik nakal di sekitar Rancaekek dapat diketahui lewat keadaan air Sungai Cikijing.

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/Seli Andina Miranti
Kondisi air di Sungai Cikijing yang melewati kampung Ciherang, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Selasa (1/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Limbah mencemari Sungai Cikijing yang melewati kampung Ciherang, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, diduga dibuang setiap hari.

Hal tersebut diungkapkan Abun (60), petani yang tinggal di dekat Sungai Cikijing, ketika ditemui Tribun Jabar di pinggir sungai Cikijing, Selasa (1/8/2017).

Menurut Abun, waktu pembuangan limbah dari pabrik-pabrik nakal di sekitar Rancaekek dapat diketahui lewat keadaan air Sungai Cikijing.

Abun mengungkapkan, ketika pabrik-pabrik tersebut membuang limbah ke sungai, air sungai berubah agak panas dan berasap.


Air pun mengeluarkan gelembung-gelembung udara seperti bila sedamh merebus air.

"Setiap hari itu, dua kali sehari, pukul 23.30 WIB, hampir tengah malam itu, dan pukul 03.30 WIB, sekitar Subuh," ujar Abun.

Hal yang sama diungkapkan oleh Acet (60),  warga kampung Ciherang yang membuka usaha tambal ban di pinggir sungai Cikijing.

Menurut Acet, pada sekira pukul 03.30 WIB, bau menyengat berasal dari air sungai akan tercium.


Baunya, lanjut Acet, seperti bau obat-obatan dan dapat tercium hingga beberapa meter dari pinggir sungai.

"Kalau dilihat air sungainya itu jadi seperti air belerang, (berbunyi) blukbuk-blukbuk dan berasap," ujar Acet.

Acet dan Abun berharap ada tindakan dari pemerintah agar sungai Cikijing kembali jernih seperti sebelumnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved