Jejak Soekarno

Marhaen, Pahlawan yang Terlupakan

Pahlawan yang terlupakan. Mungkin itu kata-kata yang tepat menggambarkan makam Marhaen di Kampung Cipagalo, RT 04/03, Kelurahan Mengger, Bandung Kidul

Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
TRIBUNJABAR.CO.ID/DANIEL DAMANIK
makam Marhaen di Kampung Cipagalo, RT 04/03, Kelurahan Mengger, Bandung Kidul, Kota Bandung. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pahlawan yang terlupakan. Mungkin itu kata-kata yang tepat menggambarkan makam Marhaen di Kampung Cipagalo, RT 04/03, Kelurahan Mengger, Bandung Kidul, Kota Bandung.

Marhaen merupakan seorang petani kecil yang menginspirasi Presiden Republik Indonesia, Ir Soekarno.

Pada tanggal 5 April 1981, dilakukan peresmian pemugaran makam Marhaen oleh Ketua Yayasan Saluyu Bandung.

Bangunan makam Marhaen berukuran sekitar 3x4 meter persegi terpencil di daerah pinggir permukiman masyarakat.


Terdapat delapan makam di dalam bangunan berukuran 3x4 meter persegi ini.

Makam Bapak Marhaen, Istri Marhaen, Abah Udung anak Marhaen, Ibu Kasih menantu Marhaen, dan cucu Marhaen.

Di dalam makam tersebut, terdapat bingkai foto yang berisikan foto anak Marhaen dan menantu Marhaen.

Beberapa sisi tembok makam tidak lagi putih bersih, terlihat ada corak kecokelatan dari bekas air hujan yang masuk karena talang air yang rusak.

Tepat di depan makam Marhaen, terdapat enam makam warga yang terlihat tidak terawat.

Cucu Marhaen, Ibu Ait yang tinggal sekira 100 meter dari makam, selalu membersihkan makam Marhaen.

Ait mengaku, tidak sempat mengenal Marhaen, Ait hanya mengenal istri dari Marhaen, kakeknya.

Ait tinggal bersama anak dan cucunya di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved