Minggu, 19 April 2026

Hak Angket KPK

Cerita Soal Dirinya Ditangkap, Yulianis: Saya Didatangi Kayak Mau Nangkap Teroris

Yulianis sempat menghilang saat dicari-cari KPK terkait kasus Mantan Bendahara Umum Demokrat, M. Nazaruddin.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group yang juga mantan anak buah Nazarudin, Yulianis sebelum menyampaikan keterangan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Pansus Hak Angket KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/7/2017). Rapat tersebut meminta keterangan Yulianis mengenai proses penanganan perkara hingga pelaporannya yang tidak ditindaklanjuti KPK, dan membahas perusahaan yang masih dikendalikan oleh Nazaruddin. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Mantan Anak Buah Nazaruddin, Yulianis mengaku KPK menangkap dirinya layaknya seorang teroris.

Saat itu, Yulianis menceritakan aparat bersenjata lengkap mendatangi kediamannya.

Baca: Bukan Pelatih, Umuh Muchtar Sebut Persib Butuh Dua Striker, Spasojević Kembali?

Hal itu dikatakan Yulianis saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Angket KPK, Senin (24/7/2017) malam.

Yulianis sempat menghilang saat dicari-cari KPK terkait kasus Mantan Bendahara Umum Demokrat, M. Nazaruddin.

Akhirnya, penyidik KPK Novel Baswedan mengetahui keberadaan dirinya.


"Akhirnya saya didatangi sudah kayak mau nangkap teroris yang bersenjata lengkap ada 40 orang di rumah saya. Waktu itu saya di rumah berpindah-pindah-pindah, saya di BSD, KPK sudah dapat saya," kata Yulianis.

Yulianis mengingat peristiwa penangkapan itu terjadi pada hari Senin pukul 08.00 WIB.

Namun, ia lupa tanggal kejadian. Saat itu, Yulianis baru pulang dari Cirebon untuk menghilangkan diri.

"Jam 8 pagi, rumah saya diketuk, yang datang Arif Adiarsa, yang buka pintu anak saya, langsung naik ke atas, surat saya itu alamatnya bukan alamat rumah itu, alamatnya di Pondok Kelapa, saya diperiksa waktu itu Novel belum sampai," kata Yulianis.

Yulianis langsung diamankan oleh KPK. Barang-barang dirumahnya disita KPK.


Ia melihat rumahnya dipenuhi puluhan petugas KPK sampai tetangga keheranan. Apalagi, Yulianis baru menempati rumah itu selama dua bulan.

"Rumah saya penuh dengan orang, yang bawa senjata 4-5 orang laras panjang, pikir tetangga, mereka pikir teroris, " kata Yulianis.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved