Hak Angket KPK
Cerita Soal Dirinya Ditangkap, Yulianis: Saya Didatangi Kayak Mau Nangkap Teroris
Yulianis sempat menghilang saat dicari-cari KPK terkait kasus Mantan Bendahara Umum Demokrat, M. Nazaruddin.
TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Mantan Anak Buah Nazaruddin, Yulianis mengaku KPK menangkap dirinya layaknya seorang teroris.
Saat itu, Yulianis menceritakan aparat bersenjata lengkap mendatangi kediamannya.
Baca: Bukan Pelatih, Umuh Muchtar Sebut Persib Butuh Dua Striker, Spasojević Kembali?
Hal itu dikatakan Yulianis saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Angket KPK, Senin (24/7/2017) malam.
Yulianis sempat menghilang saat dicari-cari KPK terkait kasus Mantan Bendahara Umum Demokrat, M. Nazaruddin.
Akhirnya, penyidik KPK Novel Baswedan mengetahui keberadaan dirinya.
Robby Purba Foto Mesra dengan Penyanyi Cantik Ini, Netter: Cincinnya Samaan https://t.co/41VimQHAlS via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 25, 2017
"Akhirnya saya didatangi sudah kayak mau nangkap teroris yang bersenjata lengkap ada 40 orang di rumah saya. Waktu itu saya di rumah berpindah-pindah-pindah, saya di BSD, KPK sudah dapat saya," kata Yulianis.
Yulianis mengingat peristiwa penangkapan itu terjadi pada hari Senin pukul 08.00 WIB.
Namun, ia lupa tanggal kejadian. Saat itu, Yulianis baru pulang dari Cirebon untuk menghilangkan diri.
"Jam 8 pagi, rumah saya diketuk, yang datang Arif Adiarsa, yang buka pintu anak saya, langsung naik ke atas, surat saya itu alamatnya bukan alamat rumah itu, alamatnya di Pondok Kelapa, saya diperiksa waktu itu Novel belum sampai," kata Yulianis.
Yulianis langsung diamankan oleh KPK. Barang-barang dirumahnya disita KPK.
Unggahan Makan 3 Porsi Udang Harganya Rp 450 Ribu Dapat Tanggapan dari Pemilik https://t.co/s6L71ZhMnO via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 25, 2017
Ia melihat rumahnya dipenuhi puluhan petugas KPK sampai tetangga keheranan. Apalagi, Yulianis baru menempati rumah itu selama dua bulan.
"Rumah saya penuh dengan orang, yang bawa senjata 4-5 orang laras panjang, pikir tetangga, mereka pikir teroris, " kata Yulianis.
