Sidang Buni Yani

Buni Yani Sebut Saksi Guntur Romli Memberikan Keterangan Palsu

Guntur Romli mengaku melihat status (media sosial) Buni Yani Kamis (6/10/2016) pukul 21.00 WIB.

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Buni Yani dan penasihat hukumnya, Aldwin Rahadian, menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Selasa (25/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Buni Yani menganggap Guntur Romli memberikan keterangan palsu.

Komentar itu terkait kesaksian Guntur Romli dalam sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Buni Yani merupakan terdakwa dalam sidang yang berlangsung di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (25/7/2017) itu.

Guntur Romli mengaku melihat status (media sosial) Buni Yani Kamis (6/10/2016) pukul 21.00 WIB.

Padahal, Buni Yani mengaku sedangkan dalam perjalanan menuju rumahnya di Depok pada jam yang disebutkan Guntur Romli.

Mohamad Guntur Romli
Mohamad Guntur Romli (Istimewa via Tribunnews)

"Saya ingat betul hari Kamis itu saya mengajar sampai pukul 21.00 WIB. Dari Jalan Sudirman, saya naik kereta api sampai Depok. Kalau saya dari Jalan Sudirman jam 9 (malam) sampai Depok itu perlu waktu satu jam kemudian naik motor kemudian sampai rumah sekitar pukul 22.30 WIB," ujar Buni Yani seusai persidangan.

Buni Yani juga menuding, video tersebut bisa viral disebabkan oleh Guntur Romli.

Ia beralasan saat posting-an itu diunggah, hanya sedikit 'like' dan komentar yang ada dalam posting-an tersebut.

Saat Guntur Romli melakukan screenshoot pada posting-an tersebut kemudian disebarkan dengan menggunakan caption bernada provokatif, ucapnya, di saat itulah postinga-n menjadi ramai diperbincangkan.

"Setelah saya posting waktu saya sedikit (yang like dan komentar). Setelah diviralkan Guntur, lalu menjadi semua orang ingin langsung lihat punya saya," ujarnya.

Buni Yani menuding Guntur Romli memiliki niat jahat.

Dia juga mengaitkannya dengan sepak terjang Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Guntur itu yang mesti ditangkap makanya saya bilang tadi Guntur ini jahat sekali orangnya dia timsesnya (tim sukses) Ahok. Enggak cuma saya korban kesekian, dulu Ratna Sarumpaet lalu kemudian yang lain-lain, dia yang melakukan orang lain yg dituduh," kata Buni Yani.

Pada saat persidangan, sempat terjadi ketegangan, terutama ketika membahas kronologi Buni Yani mengunggah postingan ke Facebook berisi potongan video Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved