Senin, 4 Mei 2026

Wot Batu, Jembatan Spritual untuk Mencari Ketenangan Jiwa

"Jadi pengunjung di sini bisa merasakan ketenangan jiwanya dan ber-imajinasi lewat karya batu di sini," jelas Christine kepada Tribun Jabar

Tayang:
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Fasko Dehotman
Wot Batu di Jalan Bukit Pakar Timur No. 98, Cimenyan, Kabupaten Bandung. 

Saat berada di Wot Batu pengunjung, dapat merasakan keeksotisan dan artistiknya karya dari seniman Sunaryo.

Selain itu, pengunjung juga di ajak untuk menonton sebuah video yang menayangkan proses pembuatan dari Wot Batu.

Mulai dari tempatnya hingga proses pembuatan karya batu milik Sunaryo.

Untuk pengunjung yang ingin makan dan minum, tak perlu khawatir, karena di dalam Wot Batu ada kafe.

Kafe tersebut di balut kaca-kaca artistik, yang difungsikan sebagai dinding.

Wot Batu di Jalan Bukit Pakar Timur No. 98, Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Wot Batu di Jalan Bukit Pakar Timur No. 98, Cimenyan, Kabupaten Bandung. (Tribun Jabar/Fasko Dehotman)

Tempat duduk yang unik dan minimalis ada di kafe ini.

Wot Batu merupakan karya instalasi yang dibuat oleh Seniman Sunaryo sebagai tempat spriritual dan meditasi dalam mencari ketenangan jiwa.

Kata Wot Batu sendiri diambil dari bahasa Jawa Kuno yang memiliki arti jembatan batu.

Namun bagi Sunaryo Wot Batu memiliki arti yang lebih konseptual dan metaforikal yakni jembatan spiritual atau jembatan jiwa.

Wot Batu memiliki 136 karya batu dengan komposisi yang permanen, artinya bentuk dan tata letaknya statis.

Sunaryo membagi instalasi karya batunya ke dalam 11 golongan.

Di antarnya Batu Abah Ambu, Batu Mandala, Lawang Batu, Batu Api, Batu Air, Wot Batu, Batu Ruang, Batu Sepuluh, Batu Seke, Batu angin dan Batu Waktu.

Semua ukiran batu tersebut memiliki makna dan filosofinya masing-masing.


Dengan melihat Wot Batu, pengunjung bisa memaknai filosofi kelahiran, hubungan sosial dengan makhluk hidup, dan perkembangan zaman manusia, dan simbol-simbol dari batu-batuan yang mengandung filosofi soal kehidupan manusia di alam keabadian.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved