Sabtu, 11 April 2026

Twitwar Fahri Hamzah dengan Perempuan Cantik Ini Sempat Jadi Trending Topic, Simak!

Karena itu, dia ingin jawab beberapa sesat pikir Fahri Hamzah terhadap KPK, lembaga yang sangat dia dan jutaan orang Indonesia lainnya percayai.

Editor: Ravianto
twitter
Tsamara Amany 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Malam Jum’at (6/7/2017), hastag #TanyaPakFahri menjadi trending topik di dunia twitter.

Pasalnya, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany, menagih jawaban atas beberapa sesat pikir yang pernah dilontarkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Melalui akun @TsamaraDKI, Tsamara mencuitkan.

"Saya bingung belakangan ini Wakil Ketua DPR @FahriHamzah makin getol menyerang dan bahkan ingin membubarkan KPK.”

Apalagi, kata Tsamara, Fahri yang merupakan wakil rakyat, tapi bersikap seolah tak mewakili kami.

Karena itu, dia ingin jawab beberapa sesat pikir Fahri Hamzah terhadap KPK, lembaga yang sangat dia dan jutaan orang Indonesia lainnya percayai.

"Bagi saya, ini menyakitkan! Apa yang dilakukan KPK itu menyelamatkan uang pajak saya dan jutaan rakyat Indonesia lainnya," kicaunya.

Tsamara mempertanyakan twit @FahriHamzah yang isinya, “Pertanyaannya kok #15TahunKPK OTT makin banyak? Bukankah ini pengakuan korupsi tambah banyak. Lalu sukses KPK di mana?” @TsamaraDKI mengomentari twit @FahriHamzah ini lucu.

Menurut @TsamaraDKI, sejak KPK berdiri, 124 anggota DPR, 17 Gubernur, dan 58 walikota/bupati ditangkap. Makanya, tweet @FahriHamzah mudah dijawab.

Di mana sukses KPK? Ya disitu, ketika banyak pejabat negara korup tertangkap, itu suksesnya. Belum termasuk menteri, hakim, pimpinan lembaga tinggi negara, pejabat eselon, bahkan swasta.

Justru @FahriHamzah harus berkaca terhadap lembaga yang ia pimpin. Selama ini kinerja DPR selalu dibawah target.

“Dulu ada nggak kayak gini? Mungkin dulu tanpa KPK mereka bisa mencuri uang rakyat dan gak merasa takut sama sekali," jawab akun @TsamaraDKI.

Tsamara menambahkan Tuduhan Fahrihamzah terhadad KPK banyak. Mulai dari menganggap kasus E-KTP khayalan, hingga menilai KPK bisnis menangkap orang. karena itu, sebagai rakyat, dia butuh penjelasan & bukti.

"Tahun 2015, ada 39 RUU prioritas, hanya 3 yg selesai. Tahun 2016, ada 50 RUU Prolegnas yg jd prioritas DPR, hanya selesai 9. Dari sekian banyak UU yg jd prioritas, hanya sedikit yg terselesaikan. Bisa dilihat pada tahun 2015 & 2016 ini.”

Jadi jangan heran, lanjut @TsamaraDKI, Pak @FahriHamzah kalau survei SMRC menunjukkan hanya 6,1% rakyat yg percaya DPR. Beda dg KPK yg dipercaya 64,4% rakyat. Ini bukti kinerja DPR tidak sesuai target dan belum efektif.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved