Jumat, 15 Mei 2026

Ilmuwan-ilmuwan Muslim Ini Sumbang Penemuan Hebat, Ada yang Dijuluki Bapak Operasi Modern

Tak hanya hebat dalam urusan medis Al-Zahrawi juga lumayan cakap dalam urusan menulis yang ia tuangkan dalam bukunya Kitab al-Tasrif yang membahas ten

Tayang:
Editor: Ravianto
muslimheritage
Abul Qasim Khalaf ibn al-Abbas az-Zahrawi yang dijuluki Bapak Operasi Modern 

Dalam deskripsinya Al-Maqqari, menuliskan kalau Firmas pernah mencoba untuk terbang dengan membuat sebuah sayap yang ditempeli dengan bulu burung.

Sayap ini juga dilengkapi dengan glinder dan sebuah sisitem misterius. Dengan alat ini Firmas bahkan benar-benar bisa terbang dengan selamat.

Hanya saja alat tersebut memberikan dampak rasa sakit pada punggung yang ternyta diakibatkan oleh mekanisme misterius seperti ekor burung yang di pasang pada tubuhnya.

Mekanisme inilah yang kelak diadopsi dalam dunia penerbangan untuk membuat pesawat terbang.

Dan meski jarang dikenal orang berkat sumbangsihnya dalam dalam dunia penerbangan, NASA ternyata mengabadikan nama Firnas sebagai salah satu nama kawah di Bulan, dan juga sebuah nama bandara di Baghdad.

Al-Jazari - Mekanisme Robotik
Saat mendengar tentang Robot yang pertama kali akan terlintas dibenak kita saat ini tentu negara Jepang.

Karena negara yang terkenal sebagai pemimpin industri otomotih kelas menengah ini memang pemimpin dalam urusan kemajuan dunia robotik saat ini.

Tapi jika kita sedikit menilik ke sejarah, sebenarnya orang yang pertama kali menemukan mekanisme Robotik sangatlah jauh dari daratan Jepang.

Dia adalah Al-Jazari, seorang insinyur dan matematikawan asal Turki yang salah satu temuanya ternyata merupakan pencetus dari sistem robotik yang ada saat ini.

Al Jazari
Al Jazari ()

Pada tahun 1100 masehi, Al-Jazari sukses membangun sebuah jam raksasa dengan tampilan luar mirip hewan gajah dengan mekanisme unik yang bisa memunculkan kicauan burung dan juga pergerakan khusus dari sebuah karakter naga yang terpasang di dalamnya.

Mekanisme ini sendiri digerakan melalui sebuah mangkuk air yang ada di dalam jam.

Mangkuk ini didesain dengan sebuah pendulum yang bekerja dengan prinsip Archimedes.

Dengan menggunakan prinsip ini, mangkuk tak akan tenggelam saat menerima beban berupa bola-bola berjumlah hingga 30 buah yang dijatuhkan secara berurutan.

Bola-bola ini berfungsi pemberat yang akan membuat mangkuk tersebut sedikit turun dari posisinya yang semula dan memberikan efek simultan pada mekanisme lain yang membuat jam gajah ini dapat bersuara dan bergerak.

Nah mekanisne ini pula yang kini di anggap sebagai karya robotik pertama di dunia, sekaligus inspirasi dari mekanisme robotik yang ada saat ini.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved