Lima Napi Lokal Diduga Bantu Kaburnya Empat Napi Asing di Kerobokan

Keduanya ditangkap di Hotel Novo Turismo Resort and Spa Kota Dili, Timor Leste, Kamis (22/6/2017) lalu sekitar pukul 09.00 pagi.

Editor: Ravianto
Tribun Bali/Rizal Fanany/Prima
Petugas memeriksa lubang yang diduga jadi tempat 4 napi asing kabur dari Lapas Kerobokan, Senin (19/6/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Bali Putu Chandra

TRIBUNJABAR.CO.ID, DENPASAR - Dari belasan warga binaan (tahanan dan narapidana) lokal yang diperiksa pasca-kaburnya empat narapidana (napi) asing, pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan mencurigai ada beberapa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lokal yang diduga turut membantu pelarian.

Kini pihak Lapas terus mendalami keterlibatan WBP lokal itu, setelah dua dari empat napi yaitu Sayeb Mohammed Said asal India, dan Dimitar Nikolov Iliev warga negara Bulgaria tertangkap.

Keduanya ditangkap di Hotel Novo Turismo Resort and Spa Kota Dili, Timor Leste, Kamis (22/6/2017) lalu sekitar pukul 09.00 pagi.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II A Kerobokan, Tonny Nainggolan menjelaskan, secara internal pihak lapas telah memeriksa 17 orang warga binaan.

Dari hasil pemeriksaan telah mengerucut menjadi lima orang yang diduga membantu pelarian empat napi asing asal India, Bulgaria, Malaysia dan Australia (keduanya belum tertangkap).

"Lima orang yang kami duga terlibat dalam pelarian, dan kami masih dalami peran orang-orang itu apa," jelasnya usia pelaksanaan Solat Ied Idul Fitri dan penyerahan remisi, Minggu (25/6/2017).

"Jadi mereka ini kami duga menggali, sepertinya ada pesanan ke mereka. Lima orang ini napi lokal."

Dikatakan Tonny, pihak lapas terus melakukan pemeriksaan terhadap napi yang dicurigai dan untuk pengembangan, masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian Polda Bali.

Namun dari hasil pemeriksaan terhadap napi lokal yang diduga terlibat, ditegaskan Tonny belum ada yang mengarah sebagai tersangka.

Lebih lanjut dipaparkan Tonny, dari informasi didapat nantinya akan disandingkan dengan hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian.

Di sisi lain, pasca-ditangkapnya Mohammed Said dan Dimitar Nikolov, Tonny menyatakan, telah berkoordinasi dengan aparat terkait seperti imigrasi, TNI maupun aparat lainnya.

"Hingga kini kami masih melakukan konfirmasi lanjut dan mencocokan yang bersangkutan dengan data yang ada di kami. Seperti data sidik jari, ciri ciri fisik ataupun data lainnya," paparnya.

Setelah dua napi itu tertangkap, Tonny menyatakan belum bertemu dengan keduanya.

Pihaknya mengatakan, terkait pemeriksaan untuk keduanya sepenuhnya telah diserahkan ke pihak kepolisian.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved