Wanita Anggota Satpol PP
Cerita Mojang Pol PP, Mulai dari Membawa Gembel yang Bau, Hingga Ditendang Pengamen
Resti, anggota Mojang Pol PP lainnya menceritakan pengalaman paling mencekam selama karirnya, itu terjadi saat ramadan 2016
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Dari 260 anggota Satpol PP Kota Bandung, ternyata ada 10 Srikandi yang lebih dikenal dengan nama Mojang Pol PP.
Mojang Pol PP terbentuk sejak 2015 dan berasal dari lintas generasi, anggota termuda, Reyne, berusia 24 tahun.
Resti, anggota Mojang Pol PP lainnya menceritakan pengalaman paling mencekam selama karirnya, itu terjadi saat ramadan 2016.
Saat itu ia bersama anggota Mojang Pol PP lainnya bertugas menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Dalem Kaum.
"Pas penertiban di siang hari, sore harinya ada penyerangan dari PKL di situ. Itu pengalaman mencakam buat kami," kata Resti.
Beruntung, kesepuluh Mojang Pol PP tidak mendapatkan luka serius.
Baca: Santri Daarut Tauhid Buka Puasa Bareng Warga, Aa Gym Isi Tausiyah dan Pamit Umroh
Tami, anggota Mojang Pol PP lainnya mengaku, pernah mengejar manusia silver, pengamen dan gelandangan.
"Waktu itu mobil kita pernah ditendang sama pengamen," kata Tami.
Menurut Resti, pekerjaannya itu memiliki banyak risiko.
Ia pun pernah berurusan dengan gelandangan yang lusuh dan bau.
Tetapi Resti dan Mojang Pol PP lainnya menerima hal tersebut sebagai tanggung jawab yang harus dijalankan.
"Itu sih pasti (pernah mengeluh), tapi itu adalah tanggung jawab kami," kata Resti.
Moya, anggota Mojang Pol PP mengatakan sering mendapat makian dari masyarakat yang ditertibkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mojang-pol-pp_20170608_185753.jpg)