Malam Ini, Penyair Taufiq Ismail Akan Baca Puisi di Acara Hari Bangkit PII
Tasrik mengatakan, PII lahir di kota pelajar, Jogja pada 4 Mei 1947. Dan kini, refleksi dilaksanakan untuk sekaligus
Penulis: Dian Nugraha Ramdani | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dian Nugraha Ramdani
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) menggelar refleksi hari bangkit ke-70.
Acara refleksi organisasi pelajar Islam tertua di Indonesia itu digelar di Gedung Juang 45, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017) malam itu rencananya akan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional yang juga merupakan alumnus PII.
Di antaranya, KH Ahmad Cholil Ridwan (mantan Ketua MUI), AM Fatwa (anggota BPBD RI), Soetrisno Bachir (Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), serta penyair Taufiq Ismail. Hadir juga Nasrullah Larada, Ketua Umum Pimpinan Pusat Perhimpunan Keluarga Besar PII.
"Pak Taufik akan membacakan sejumlah puisinya di kegiatan refleksi ini," ujar Husin Tasrik Makruf, Ketua Formatur PB PII Periode 2017-2020 dalam siaran pers yang diterima Tribun, Kamis sore.
Tasrik mengatakan, PII lahir di kota pelajar, Jogja pada 4 Mei 1947. Dan kini, refleksi dilaksanakan untuk sekaligus meneguhkan arah gerak PII dalam membangun pelajar Indonesia yang berkeadaban.
"Dua persoalan dalam membangun kondisi pelajar yang berkeadaban adalah pendidikan dan kebudayaan. Pemerintah harus apik dalam menyelesaikan setiap persoalan menyangkut dua hal itu. Kalau tidak, kemungkinan pelajar berkeadaban terbangun akan sulit," ujar Tasrik.
Tasrik mengatakan, refleksi 70 tahun PII harus menjadi titik balik untuk terus memperjuangkan hak-hak masyarakat dalam mendapatkan pendidikan. Sebab, kata Dia, sejauh ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum tersentuh pendidikan. (ram)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/taufik-ismail_20170504_190008.jpg)