Cara Unik Warga Pasir Jambu Peringati Hari Air Sedunia

Warga Desa Cisondari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung memiliki cara yang unik

Penulis: Yudha Maulana | Editor: Ferri Amiril Mukminin
tribunjabar/yudha maulana
Foto kirab budaya peringatan hari air sedunia di Desa Cisondari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Rabu (22/3/2017)./Yudha Maulana 

CISONDARI, TRIBUNJABAR.CO.ID - Warga Desa Cisondari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung memiliki cara yang unik untuk memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret. Mereka menggelar kirab budaya di Sungai Cisondari dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Uniknya, dalam perayaan kali ini tak hanya unsur tradisi yang dkedepankann, tapi dipadukan dengan kegiatan arum jeram yang mencirikan spirit generasi muda. Kegiatan ini memang merupakan langkah awal untuk mengajak pemuda dan warga pada umumnya untuk menjaga kelestarian sungai.

Sebelum berarum jeram, ratusan warga berkumpul di Balai Desa Cisondari tepat pukul 9. Setelah beberapa sambutan dari pemimpin setempat, beberapa pemuda dari Komunitas Walci dan Bale Bambu mengarak perahu dan ban karet menuju Villa Cisarua yang menjadi titik awal penyusuran sungai.

Jarak antara balai desa dan Villa Cisarua sekitar 700 meter, rombongan mengitari jalanan pedesaan Cisondari yang masih asri diiringi suara tabuhan ember dari para ibu.
Sebelum turun ke sungai, para pemimpin setempat menanam pohon terlebih dahulu di bibir sungai Cisondari. Baru kemudian, merasakan derasnya sungai dan finis di bawah Jembatan Cisondari.

Walau dikemas dengan balutan modern, namun nuansa tradisional masih terasa kental. Pasalnya setelah berarum jeram dan menabur benih ikan, diilakukan prosesi awor cai.
Bau dupa begitu menyengat di atas sesajen yang disiapkan begitu awor cai dilakukan, tetua adat menyiramkan "cai nyusu" atau air yang khusus diambil dari mata air Kopeng yang terletak di hulu sungai Cisondari. Tujuannya agar sungai bisa kembali bersih seperti dahulu kala.

"Kalau dulu air Cisondari ini bisa diminum, kita lakukan ini sekaligus memanjatkan doa-doa, dengan harapan sungai jangan dikotori dan dirusak," ujar Aki Igin (67), sesepuh desa.(dam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved