Sabtu, 6 Juni 2026

Raja Arab Incar Panas Bumi Jabar?

Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz disebut-sebut akan menginvestasikan 25 Milyar US Dolllar atau Rp 333 Triliun di Indonesia.

Tayang:
Penulis: cis | Editor: Ferri Amiril Mukminin
BANDAR AL-JALOUD / Saudi Royal Palace / AFP
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz disebut-sebut akan menginvestasikan 25 Milyar US Dolllar atau Rp 333 Triliun di Indonesia. Salah satu sektor yang disasar, yaitu di bidang kemaritiman.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, setidaknya 10 hal yang akan dikerjasamakan dengan Raja Salman. Kerjasama itu di sektor kilang minyak, penerbangan, bahan bakar minyak, tol laut, pariwisata, dan lainnya.

"Di sektor pariwisata mereka kami tawarkan di Padang atau masuk di Bangka dan Belitung yang sudah siap. Jadi nanti bisa terbang dari Riyadh langsung ke situ," kata Luhut usai mengisi kuliah umum di Aula Barat ITB, Jalan Ganesha, Kota Bandung, Rabu (1/3/2017).

Ditnya nilai investasinya, Luhut belum bisa merincinya. Namun nilai investasinya bervariasi di setiap sektor dan daerahnya. "Satu daerah bisa beberapa juta dolar. Kalau kilang minya nilai investasinya sampai 6 milyar dolar," kata dia.

Dikatakan Luhut, beberapa daerah di Indonesia sudah dipastikan akan mendapatkan investasi dari Raja Sallman. Daerah itu, yakni Bontang, Cilacap, Bangka, dan Belitung.

Ditanya soal Jabar, Luhut belum bisa memastikannya. Namun ia meyakini Jabar juga termasuk wilayah yang akan mendapatkan investasi dari Raja Salman.

Seperti diketahui, Jabar memiliki sumber daya alam berupa panas bumi untuk dikembangkan sebagai energi. Sumber panas bumi di Jabar ada di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.

"Mungkin ada di sekotr geothermal. Yang jelas pasti banyak menyerap tenaga kerja lokal," kata Luhut. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved