Kuliner
Semerbak Harumnya Martabak Durian
Ia menyebut ide martabak durian hadir seusai dia menyantap serabi durian. Ardianto terpikir menggabungkan kuliner berbahan tepung terigu dan durian
DEPOK, TRIBUNJABAR.CO.ID – Martabak manis mungkin lekat dengan rasa cokelat, keju, atau kacang. Tiga varian rasa itu sering disebut rasa klasik. Belakangan, gempuran inovasi varian rasa martabak seperti Nutella, Ovomaltine, Green Tea dan aneka taburan menambah ramai varian rasa martabak.
Namun, bagaimana jika durian yang menjadi pelengkap rasa martabak? Sebuah gerai di bilangan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat menyediakan hidangan martabak durian.
Istana Martabak, usaha yang dirintis oleh Ardianto (42), sejak tahun 2001 yang menjual olahan buah durian dengan cara digabung dengan martabak. Istana Martabak menyediakan dua pilihan rasa yakni durian polos dan durian keju.
“Awalnya saya jual martabak durian polos, kemudian tamu suka makan pakai keju. Akhirnya ditambahkan durian keju,” kata laki-laki kelahiran Pulau Bangka itu saat ditemui KompasTravel di Istana Martabak, Rabu (11/1/2016).
Ia menyebut ide martabak durian hadir seusai dia menyantap serabi durian sejak pertengahan tahun 2005. Ardianto terpikir menggabungkan kuliner berbahan tepung terigu dan buah durian.
“Saya berpikir kalau digabung dengan martabak itu mungkin bisa. Awalnya begitu saja. Dari situ muncul inovasinya,” ucap Ardianto.
Memang sudah takdir jika durian punya wangi semerbak. Begitu pula ketika diolah bersama martabak. Harumnya tetap menusuk hidung.
KompasTravel sempat melihat proses pembuatan martabak durian di Istana Martabak. Proses awal pembuatan martabak pada awalnya tak berbeda. Pembuat martabak mengaduk adonan dan lalu dituangkan ke sebuah loyang kecil. Kemudian, sekitar dua menit kurang dimasak dengan api sedang.
Satu yang menyita perhatian khususnya hidung saat daging buah durian dioleskan di martabak. Aroma menyengat buah berduri itu menelusup lubang hidung.
Daging buah durian langsung menyelimuti permukaan martabak. Sebelumnya, pembuat martabak telah membaluri adonan dengan margarin.
Jika memilih dengan tambahan keju, maka keju akan diparut tepat di daging buah durian. Kedua varian rasa itu sama-sama diberikan susu kental manis.
Begitu disajikan saat masih hangat, aroma durian menguar mengisi udara di dalam ruangan. Tekstur lengket dari susu kental manis menempel di kulit ketika mulai menyobek martabak.
Legit, manis, dan asin bercampur. Legit dan manis dari daging durian langsung menyapa lidah. Sementara, asin dari keju menambah riuh rasa di mulut.
Manis daging durian Medan mendominasi dari kuliner berbentuk bundar ini. Sementara, adonan martabak terasa empuk dengan bagian pinggir martabak yang renyah.
Untuk daging durian yang dioleskan pada martabak masih terasa agak kasar. Tekstur kasar itu menyisakan kenangan manis di mulut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/martabak-durian_20170112_073459.jpg)