Ini Ikan Khas Bendungan Jatigede, Warga Menjualnya Secara Online

Warga di sekitar Bendungan Jatigede yang kehilangan lahan garapan pertanian mencoba banting setir dengan menjadi nelayan

Ini Ikan Khas Bendungan Jatigede, Warga Menjualnya Secara Online
tribunjabar/deddi rustandi
Ikan Jatigede

SUMEDANG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Warga di sekitar Bendungan Jatigede yang kehilangan lahan garapan pertanian mencoba banting setir dengan menjadi nelayan. Warga ini memilih memancing ikan khas Jatigede serta ada juga yang menjaring ikan untuk mencari nafkah setelah kehilangan garapan untuk bertani.

Namun setelah hampir setahun bertahan hidup dengan usaha mencari ikan dan bisa menjual ikan ke pengunjung Bendungan Jatigede, kini penjualan ikan sedang lesu. “Sebelumnya ikan khas Jatigede itu sangat laku mulai dari lalawak sampai paray. Tapi kini sedang lesu, tak banyak yang mau beli ikan,” kata Angga Firmansyah (25) warga Kampung/Desa Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja, Minggu (11/12/2016).

Menurutnya, setiap hari warga yang mencari ikan bisa mendapat 5-10 kg ikan khas Jatigede. “Dulu banyak yang beli sekarang sepi dan kalau tak ada yang beli ikan hasil tangkapan itu dibagikan saja ke warga lainnya,” kata Angga.

Namun, terang dia, warga juga sudah bosan mengkonsumsi ikan terus sehingga tak jarang ikan hasil tangkapan itu dijadikan pakan ternak bebek atau angsa. “Kalau tak dimakan manusia paling dijadikan pakan ternak,” katanya.

Angga mengaku ia dan beberapa temanya mencoba memasarkan ikan khas Jatigede itu secara online. “Selain dijajakan keliling, kami sedang mencoba memasarkan ikan khas Jatigede ini secara online. Untuk wilayah Sumedang bisa dikirim ikan segar pada pagi hari langsung diantar ke rumah,” katanya.

Ikan khas itu dikemas dalam satuan kilogram dengan harga bervariasi untuk ikan paray Rp 25 ribu per kilogram, lalawak Rp 30-40 ribu serta gabus Rp 35 ribu. “Kalau diantar ke Sumedang belum termasuk ongkos kirim. Selain ikan segar bisa juga pesan ikan yang diawetkan dalam freezer dulu,” katanya.

Disebutkanya, nelayan Jatigede juga menjual ikan Jatigede setelah digoreng atau dipepes. “Kalau pesan ikan goreng Jatigede sampai pepes juga bisa,” katanya.

Para nelayan Jatigede ini berharap pemerintah membantu memasarkan produk ikan Jatigede selain juga bisa memberikan pelatihan pengolahan ikan Jatigede. “Kalau ada yang membantu pemasaran serta mengolah ikan Jatigede ini kami sangat berterima kasih. Sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah,” katanya.

Yayan NK dari Komunitas Hanjuang Sumedang saat ini sedang memberi pelatihan ke warga Jatigede yang tinggal di sekitar Bendungan Jatigede. “Kami melatih orang terkena dampak Jatigede di relokasi dengan pelatihan pengolahan ikan Jatigede dibuat baso, abon, kerupuk dan membantu pemasarannya. Kami bekerjasama dengan komunitas kuliner Bandung,” kata Yayan. (std)

Penulis: Deddi Rustandi
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved