Kesehatan

Waspada Penyakit Leptospirosis dari Kencing Tikus

ENYAKIT Leptospirosis, umumnya disebabkan oleh roden (misalnya tikus, Red), menyebabkan infeksi yang dapat terjadi melalui kontak langsung

MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Kepala UPT Puskesmas Pagarsih, dr. Deborah Johana Rattu, MHKes., MKM 

"PENYAKIT Leptospirosis, umumnya disebabkan oleh roden (misalnya tikus, Red), menyebabkan infeksi yang dapat terjadi melalui kontak langsung atau kontak dengan air dan tanah yang tercemar," kata dr Deborah Johana Rattu kepada Tribun, Sabtu (12/11) di Rumah Sakit Santosa, Kopo, Bandung.

Gejala orang yang terkena penyakit Leptospirosis, mulai dari panas dingin, pilek, batuk, nyeri otot hebat, gangguan ginjal, konjungtivitis, bercak kemerahan pada kulit, hepatitis, dan ikterik (kuning), serta adanya gatal pada kulit akibat pascabanjir di beberapa tempat.

Disebutkan Deborah, Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, karena adanya kuman Leptospira yang berada pada air seni.

Sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Jawa Barat, belakangan diguyur hujan dengan curah yang sangat tinggi. Terkadang hujan yang turun dapat menimbulkan genangan-genangan air hingga yang terparah, yakni banjir, seperti akhir-akhir ini di Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, dan wilayah lainnya. Hal tersebut tentu dapat menimbulkan banyak penyakit, khususnya warga masyarakat mesti mewaspadai adanya penyakit yang dinamakan Leptospirosis.

Deborah yang juga tercatat sebagai kepala UPT Puskesmas Pagarsih memberikan tips untuk upaya pencegahannya, yakni dengan pola hidup bersih dan sehat. Kemudian, pengendalian lingkungan di sekitar rumah juga, mesti terbebas dari binatang yang mengganggu, seperti tikus. Lalu, lebih lanjut dr Deborah mengajak untuk menjaga kebersihan dengan tidak menumpuk sampah, menumpuk barang di sembarang tempat, menggunakan sepatu bila keluar terutama jika tanahnya basah atau berlumpur, menggunakan sarung tangan jika berkebun atau barang-barang di tempat basah, serta selalu mencuci tangan dengan sabun seusai beraktivitas.

"Jangan lupa juga untuk tetap menjaga kesehatan, agar daya tahan tubuh tetap baik dalam menghadapi cuaca hujan, dengan tetap melakukan aktifitas fisik secara teratur, serta konsumsi sayur dan buah setiap hari, cek kesehatan secara rutin dan jaga kebersihan lingkungan untuk kesehatan," ujar dr Deborah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Henny, mengungkapkan Dinkes Kota Bandung senantiasa memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat melalui puskesmas masing-masing.

Ketika terjadi adanya penyakit Leptospirosis, dr Henny menegaskan, langsung melakukan tindakan penyelidikan ke wilayah tersebut, untuk melihat kondisi wilayahnya seperti apa. Kemudian, lebih lanjut, dia menanyakan kepada penderita terkait aktivitas yang dilakukan sebelumnya, apakah sebelumnya melakukan bersih-bersih lingkungan atau tidak.
"Intinya, kami lebih langsung ke arah kronologisnya, agar dapat langsung mengetahui penyebabnya," kata dr Henny kepada Tribun saat dihubungi, Sabtu (12/11). (ff)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved