Rabu, 22 April 2026

Donald Trump Minta Maaf Soal Omongannya yang Sangat Kasar dan Vulgar kepada Wanita

Capres Partai Republik yang terus diguncang rentetan skandal itu dipaksa mengambil langkah defensif

Editor: Kisdiantoro
Researchgate
Donald Trump. 

NEW YORK, TRIBUNJABAR.CO.ID - Calon Presiden (capres) Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meminta maaf menyusul beredarnya video yang menunjukan dia mengucapkan hal-hal yang sangat vulgar dan kasar mengenai kaum perempuan.

“Ini adalah percakapan pribadi, Bill Clinton mengucapkan hal yang lebih buruk ketika kita sedang bermain golf. Saya meminta maaf jika ada pihak yang tersinggung,” kata Trump dalam siaran pers resmi kampanyenya, Jumat (7/10/2016).

Capres Partai Republik yang terus diguncang rentetan skandal itu dipaksa mengambil langkah defensif setelah sebuah video yang dirilis Washington Post memperlihatkan dia mengucapkan hal-hal yang “mengerikan” mengenai perempuan.

“Saya bahkan tidak menunggu,” kata Trump dengan bangga mengenai bagaimana dia ingin menyentuh organ vital perempuan.

“Dan ketika Anda seorang bintang yang terkenal (seperti saya), mereka akan membiarkan Anda dengan mudah melakukannya (memegang, mencium, dan berhubungan seksual dengan wanita),” kata pebisnis itu dalam video yang merupakan bagian dari program acara “Access Hollywood” yang dipandu Billy Bush.

“Kamu dapat melakukan apapun yang Anda mau, apapun,” kata Trump.

Trump juga secara spesifik merujuk ke seorang perempuan tertentu yang tidak disebutkan identitasnya. Trump yang ketika itu masih berstatus lajang menceritakan, bagaimana dia mencoba untuk mendapatkan perempuan yang statusnya sudah menikah itu.

“Saya mencoba, namun saya gagal. Saya juga mencoba untuk berhubungan seksual dengannya, saya bahkan membawanya berbelanja ini itu. Namun saya gagal, dan dia sudah menikah.”

Video itu menuai kecaman pedas baik dari kubu Demokratmaupun Republik.

“Ini mengerikan, kita tidak dapat membiarkan orang ini menjadi Presiden,” kecam capres Demokrat, Hillary Clinton.

“Saya merasa jijik mendengar hal ini. Kita seharusnya menghargai kaum perempuan, bukannya menjadikan mereka sebagai objek. Saya berharap Tuan Trump menganggap ini isu yang serius dan menunjukan kepada negara ini dia memiliki respek terhadap kaum perempuan,” kata Ketua DPR Paul Ryan yang berasal dari Partai Republik.

Ryan memutuskan untuk membatalkan rencananya berkampanye bersama Trump.

Senator New Hampshire Kelly Ayotte yang awal pekan ini mengatakan Trump adalah contoh teladan bagi anak-anak langsung menarik ucapannya. “Ini sangat kasar dan tidak tepat” kata Ayotte.

"Ini menjijikan dan lebih parah dari sejumlah pernyataan sebelumnya, ini bukan hanya sexist, tetapi juga sudah menyinggung masalah pelecehan seksual,” kata konsultan politik Lis Smith.

Bukan sekali ini saja pebisnis berusia 70 itu melontarkan pernyataan kontroversial mengenai kaum perempuan dan berbagai ucapan itu terus melukai posisinya di mata pemilih perempuan, terutama pemilih perempuan berpendidikan dari partainya sendiri.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved