PON XIX Jabar 2016
Raih Tiga Emas dari Cabang Olahraga Dayung, Dendam Chandra Destian Terbalaskan
Di PON Riau 2012 ia tergabung di cabor dayung kontingen Jabar dan meraih dua perak. Sejak itulah, ia bertekad ingin meraih emas di PON Jabar.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Kisdiantoro
PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Dendam pria asal Kampung Cibeunying, Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, bernama Chandra Destian Nugraha ini terbalaskan. Di gelaran PON XIX Jawa Barat (Jabar) cabang olahraga dayung, ia menyabet tiga emas.
Tiga emas itu ia raih di nomor slalom putra pada Kamis (15/9), kayak double scull putra 1.000 meter dan nomor double canadian canoe putra 1.000 meter pada final cabor dayung canoe, di Situ Cipule Senin (19/9).
"Dendam terbalaskan," ujar Chandra usai menjalani test doping di Situ Cipule.
Di PON Riau 2012 ia tergabung di cabor dayung kontingen Jabar dan meraih dua perak. Sejak itulah, ia bertekad ingin meraih emas di PON Jabar.
"Di PON Riau saya dapat perak di dua nomor. Sejak saat itu, saya persiapkan diri sebaik mungkin untuk dapat yang terbaik di PON Jabar dan doa saya terkabul," ujarnya.
Chandra yang bekas pemandu wisata arung jeram di Sungai Palayangan, di kawasan Situ Cileunca. 25 tahun lalu, ia lahir dan tumbuh di kawasan wisata di Kabupaten Bandung itu.
Ia memulai debut cabor dayung sebagai atlet Porda Kabupaten Bandung pada 2010. Namun, ia pertama kali terjun menyentuh air di olahraga itu saat ia masih duduk di bangku SMA. Ia direkrut pelatih dayung nasional. Ia menjalani latihan dayung di Situ Cileunca dan Bendungan Ir H Juanda Jatiluhur.
"Dari awal saya targetkan 3 emas dan tercapai. Kalau target tim di cabor dayung 12 emas itu juga tercapai," ujarnya. (men)