Breaking News:

Pencegahan DBD

Asap Fogging Mengepul di Pameungpeuk

Sebagian besar warga meninggalkan rumah, bahkan kampungnya sementara, selama proses fogging dilakukan

TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Fogging dilakukan di Kampung Palasari, Desa Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk, Rabu (10/8/2016). Sejak sebulan lalu, fogging atau upaya pengasapan untuk memberantas nyamuk pembawa virus Demam Berdarah Dengue (DBD) Aedes aegypti, dilakukan di sejumlah titik di Kecamatan Pameungpeuk. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

PAMEUNGPEUK, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sejak sebulan lalu, fogging atau upaya pengasapan untuk memberantas nyamuk pembawa virus Demam Berdarah Dengue (DBD) Aedes aegypti, dilakukan di sejumlah titik di Kecamatan Pameungpeuk. Rabu (10/8), fogging dilaksanakan di RW 1 Desa Bojongmanggu.

Fogging ini dilakukan atas kerja sama antara Pemerintah Desa Bojongmanggu dengan Masyarakat Relawan Indonesia - Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT) Bandung. Selain di dalam rumah warga, pengasapan dilakukan terhadap kebun, saluran air dan gorong-gorong, sampai area pemakaman umum.

Sebagian besar warga meninggalkan rumah, bahkan kampungnya sementara, selama proses fogging dilakukan. Tidak hanya nyamuk yang mati terkena asap fogging, banyak kecoa dan serangga lainnya pun merayap keluar dari dalam rumah-rumah warga ke tempat terbuka.

Ketua RW 1 Desa Bojongmanggu, Asep Jamail, mengatakan fogging mendesak dilakukan di wilayahnya karena dua warganya dirawat di rumah sakit akibat terjangkit DBD, sejak pekan lalu. Kepala Desa kemudian menginstruksikan fogging dan pembersihan lingkungan untuk mengantisipasi hal serupa terjadi.

"Di tempat ini sering terjadi kasus DBD karena memang sering kebanjiran dan baru beberapa hari lalu hujan turun lagi. Masih banyak juga sampah yang dibiarkan menumpuk atau berserakan. Padahal kami rutin membersihkan lingkungan dengan kerja bakti," kata Asep di lokasi fogging.

Terdapat 104 keluarga di RW tersebut, katanya. Fogging ini didanai oleh pihak pemerintah desa dan partisipasi masyarakat. Warga sangat menginginkan fogging dilakukan karena jumlah nyamuk tidak pernah berkurang walaupun mereka sudah membersihkan lingkungannya.

Ketua MRI-ACT Bandung, Atep Salman Alfarisi, mengatakan sejak sebulan lalu melaksanakan fogging di Desa Rancatungku, Langonsari, Sukasari, dan Bojongmanggu di Kecamatan Pameungpeuk. Selanjutnya, kata Atep, fogging akan dilakukan di Kampung Bojongasih Kecamatan Dayeuhkolot.

"Setiap ada laporan kasus DBD dan atas permintaan kepala desa, kami turun untuk melaksanakan fogging di wilayah yang diminta. Yang dibutuhkan selain alatnya adalah solar dan obat antinyamuk. Kebanyakan dilakukan di permukiman padat penduduk," kata Atep.

Yang lebih penting daripada fogging, kata Atep, adalah penyadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Pihaknya melakukan sosialisasi kesehatan, sekaligus kegiatan membersihkan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, semua kecamatan di Kabupaten Bandung kini rentan terserang DBD karena nyamuk Aedes aegypti pembawa virus tersebut dapat menjamah dataran tinggi Kabupaten Bandung. Sejak Januari hingga Juni 2016, tercatat 1.876 kasus DBD terjadi di Kabupaten Bandung.

Dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, 23 di antaranya merupakan kawasan endemis DBD, sedangkan 8 lainnya secara sporadis terjadi kasus DBD.
Kebanyakan kasus terjadi di kawasan perkotaan, rawan banjir, dan padat penduduk.

Jika terjadi kasus DBD di suatu tempat, tim surveilans dari puskesmas setempat akan mendatangi lokasi untuk mencari, membawa, dan menganalisis jentik nyamuk yang ditemukan di lokasi. Jika terbukti, akan dilakukan penggunaan serbuk abate, penyuluhan, dan pembersihan lingkungan sampai fogging.

Selama 2015, tercatat 958 warga Kabupaten Bandung yang menderita demam berdarah. 4 di antaranya meninggal dunia, kebanyakan mengalami dengue shock syndrome. Angka ini menurun dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.100 sampai 1.200 penderita demam berdarah. Namun, angka ini kembali meningkat pada semester awal 2016, menjadi 1.876 kasus. (sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved