Jumlah Dokumen Informasi di Internet Sudah Melebihi Media Cetak
Namun informasi tertulis lebih valid ketimbang informasi yang tersedia di internet.
Laporan Isa Rian Fadilah
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID --- Wartawan senior Warta Kota, Willy Pramudya mengatakan, jumlah dokumen yang telah beredar di internet telah melampaui teks tertulis dari pertama tulisan ditemukan sampai saat ini.
"Informasi yang diolah dalam internet yang baru 15 tahun hadir, jumlah informasinya yang tercipta melampaui seluruh abad ketika tulisan (pertama) ditemukan," katanya, saat menjadi narasumber dalam acara Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat, Rabu (13/4/2016).
Namun, ditegaskan Willy, informasi tertulis lebih valid ketimbang informasi yang tersedia di internet.
Internet, katanya, banyak mencampuradukkan fakta dan opini.
"Informasi di internet tidak bisa dipertanggungjawabkan. Di sana ada opini, penyesatan, premi, orang berkeluh kesah, semuanya dikutip," katanya.
Ia melanjutkan, di antara melimpahnya media di Indonesia, hanya 30 persen yang memilki finansial yang sehat.
Ini pun kata Willy, menjadi salah satu penyebab banyaknya wartawan baru yang tidak mendapat pendidikan memadai sebelum terjun ke lapangan.
Melimpahnya informasi di internet tidak jarang mengecoh banyak orang, termasuk mereka dari kalangan akademisi.
"Banyak orang lulusan S2 dan S3 percaya pada informasi yang muncul dari media sosial dan media abal-abal," ucapnya.
Anggota Dewan Pers Indonesia, Anthonius Jimmy Silalahi, mengatakan, sampai saat ini media pers yang terverifikasi Dewan Pers Indonesia hanya 4170 media. Jumlah media platform radio menjadi yang terbanyak dengan jumlah 2150, media cetak 950, TV 420, dan online 650.
"Rencana digitalisasi penyiaran akan menambah ribuan media di Indonesia, khususnya televisi. Semakin banyak media, semakin banyak tantangan kita," ujar Anthonius, yang juga menjadi salah satu pembicara dalam acara tersebut. (ee)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/willy-pramudya-warta-kota-bicara-jurnalisme-terorisme_20160413_140308.jpg)