Satu Lagi Karya Anak Bangsa
Alat Bantu Medis dari Botol Plastik Bekas
SIAPA sangka, botol plastik bekas bermanfaat untuk kesehatan. Sampah ini ternyata dapat diolah menjadi alat bantu medis
Awalnya, anak tersebut mengalami kesulitan dalam berjalan karena panjang kedua kakinya yang berbeda. Setelah memakai alat ini, anak tersebut ketika berjalan sudah mulai membaik.
Ia mengaku, banyak kesulitan yang dilalui selama proses penelitian ini. Salah satunya adalah menentukan ketebalannya.
"Kami coba, gagal, coba lagi, gagal lagi. Ini sampai enam bulan. Sampai akhirnya kami mendapatkan ketebalan yang diinginkan," kata Lies.
Awalnya, Lies tidak menggunakan benang rami, melainkan serat. Namun, setelah dicoba ternyata proses manufaktur dengan menggunakan serat tidak secepat benang rami. Ini yang membuatnya memutuskan untuk menggunakan benang rami.
Benang rami ia dapatkan dari industri rumahan di Garut.
"Selain ramah lingkungan, komposit ini bisa meningkatkan pendapatan penduduk daerah sekitar Garut yang memproduksi benang rami," kata Lies.
Penelitian ini, ujarnya, sudah dipublikasikan di berbagai jurnal, baik nasional maupun internasional.
Penelitian ini bahkan sudah dimasukkan ke dalam seminar nasional tahunan Teknik Mesin (SNTTM) di Yogyakarta, Malang, dan Makassar. Penelitian ini pun telah dipublikasikan di Hanoi University of Science andTechnology (HUST) Vietnam.
"Di Hanoi, mereka tertarik dengan komposit dari alam," ujar Lies.
Prof Rochim Suratman berharap pemerintah menyokong para peneliti dalam bentuk finansial untuk pelitian lanjutan. Selain finansial, ia juga berharap pemerintah membuat kebijakan untuk mengurangi impor peralatan kesehatan.
"Kalau kita sudah bisa bikin (peralatan kesehatan) sendiri, mengapa kita mempertahankan impor? Kita bisa mendorong industri dalam negeri untuk memproduksi alat kesehatan secara massal, sehingga bisa terjangkau harganya," ujarnya di tempat yang sama.
Rochim mengatakan, selain Boston Brace Scoliosis, mereka juga membuat alat-alay yang lain.
"Kami di FTMD tidak hanya membuat brace untuk orang yang tulang punggungnya tidak sempurna, tapi kami juga membuat kaki palsu. Kaki palsu sudah kami publikasikan dua minggu lalu," ujarnya. (ee)
Naskah ini juga disajikan bagi pembaca di Tribun Jabar edisi cetak ini, Selasa (22/3/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/boston-brace-scoliosis-dari-botol-plastik-bekas_20160322_102346.jpg)