Ground Breaking Proyek "Sky Walk" Cihampelas Dimulai April 2016

Untuk proyek tersebut, Pemkot Bandung bakal menggelontorkan dana Rp 60 miliar-Rp 70 miliar.

Editor: Dedy Herdiana
KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES
Warga memadati kawasan perbelanjaan di Jalan Cihampelas, Bandung, Senin (20/7/2015). Libur lebaran dimanfaatkan wisatawan dan warga Bandung untuk berlibur dan berbelanja. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pemerintah Kota Bandung kembali mendengungkan pembangunan sky walk di wisata belanja Jalan Cihampelas.

Peletakan batu pertama atau ground breaking proyek itu rencananya dimulai dua bulan mendatang.

"Alhamdulillah, sky walk akan ground breaking konstruksinya bulan April. Jalur pedestrian 500 meter di atas Jalan Cihampelas, full untuk pejalan kaki," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Sabtu (13/2/2016).

Emil, begitu dia disapa, menambahkan, pembangunan sky walk dipastikan tak akan memakan jalur utama jalan.

Sky Walk Cihampelas akan membentang dari RS Advent hingga depan Hotel Promende Cihampelas.

"Bangunannya struktur baja, tidak mengambil jalan aspal atau lahan warga," ucapnya.

Untuk proyek tersebut, Pemkot Bandung bakal menggelontorkan dana Rp 60 miliar-Rp 70 miliar. Proyek itu ditargetkan rampung pada akhir 2016.

Pemkot Bandung, lanjut Emil, telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta pengusaha. Menurut dia, banyak pihak yang mendukung terealisasinya proyek itu.

"Rata-rata mereka mendukung karena ini peluang ekonomi. Mereka hanya bertanya apakah bisa meminta jatah PKL dari warga," tuturnya.

Emil menjelaskan, pembangunan sky walk dimaksudkan agar para wisatawan lebih betah berbelanja. "Nanti pejalan kaki bisa lebih nyaman, parkir lebih leluasa," kata dia.

"Ruang usaha juga akan bertambah karena nantinya toko–toko yang ada di pinggirnya bisa dinaikkan hingga lantai 3 sehingga pengunjung yang berjalan di sky walk bisa langsung mengakses toko-toko di pinggir Jalan Cihampelas," ucap Emil.

Selain itu, keberadaan sky walk juga bertujuan untuk menata para pedagang kaki lima.

"Nantinya PKL juga akan bisa ditata dan berjualan di atas sehingga jalan bagi kendaraan di bawah akan lebih lancar dan tidak sering macet karena bertumpuknya pejalan kaki yang berbelanja," ujarnya. (KOMPAS.com/Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved