Sorot

Teror Baru si Aedes

MUNCUL di kawasan tropis,....

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR
Ferri Amiril Mukminin, Wartawan Tribun. 

Badan-badan kesehatan dan pemerintah lain juga mengeluarkan peringatan serupa, sedangkan negara-negara seperti Kolombia, Ekuador, El Salvador, dan Jamaika, menasihati wanita untuk menunda kehamilan sehingga risiko tentang virus tersebut dapat lebih diketahui.

Seperti diketahui di kawasan Amerika Selatan, para ibu yang terkena virus zika ini menyebabkan perubahan pada bagian otak anak yang sedang dikandungnya.

Sebuah risiko yang tentu saja tidak diinginkan setiap ibu. Tahun ini juga, Zika telah terdeteksi di Indonesia yakni di Jambi.

Lalu apa yang membedakan antara DB dengan zika? Zika dideteksi dengan demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung paling tinggi 38 derajat celcius. Sementara penyakit DB, demamnya bisa berlangsung sangat tinggi.

Jika penyakit DB yang muncul adalah bintik-bintik merah sekujur badan, maka pada pasien penyakit zika muncul beberapa ruam yang lebar dengan benjolan tipis. Terkadang ruam ini berubah warna menjadi merah tua.

Penderita penyakit Zika juga akan mengalami keluhan infeksi mata yaitu mata kemerahan disertai dengan munculnya ruam pada bagian dalam kelopak mata.

Teror si aedes yang membawa virus baru ini telah menyibukan pemerintah untuk mewaspadai segala kemungkinan yang terjadi.

Jurus klasik tiga M, menguras bak mandi, menutup penampungan air, dan mengubur barang bekas tempat penampung air masih dipercaya ampuh menghindari ancaman teror si aedes ini.(*)

Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Rabu (3/2/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved