Sorot
Teror Baru si Aedes
MUNCUL di kawasan tropis,....
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
SEJAK kecil kita dikenalkan dengan si Aedes aegypti sebagai sosok mahluk kecil penebar penyakit demam berdarah (DB) yang mematikan.
Hal yang paling mencolok dan berbeda dengan nyamuk lainnya adalah warnanya yang hitam disertai beberapa titik atau garis putih di bagian kaki dan badannya.
Muncul di kawasan tropis, hewan kecil yang mendengung jika dekat telinga ini ternyata masih sulit sekali diminimalisir.
Beberapa cara alternatif pernah dicoba untuk mengendalikan vektor dengue ini, antara lain mengintroduksi musuh alamiahnya yaitu larva nyamuk Toxorhyncites sp.
Predator larva Aedes sp ini ternyata kurang efektif dalam mengurangi penyebaran virus dengue.
Sebuah penelitian melepas Aedes aegypti yang terinfeksi bakteri lalat buah disebut Wolbachia.
Bakteri membuat nyamuk kurang mampu membawa virus DB sehingga membatasi penularan DB jika meluas dalam populasi nyamuk.
Pada prinsipnya Wolbachia dapat menyebar secepat nyamuk jantan yang terinfeksi menghasilkan keturunan dengan Wolbachia menginfeksi wanita. Penelitian ini juga sangat jarang diterapkan.
Ada lagi dengan penggunaan insektisida yang berlebihan dan tidak dianjurkan, karena sifatnya tidak spesifik sehingga akan membunuh berbagai jenis serangga lain yang bermanfaat secara ekologis.
(baca: VIDEO: Di Indonesia Ada Dede si Manusia Akar, Di Bangladesh Ada Abul si Manusia Pohon)
Pemakaian insektisida juga akhirnya memunculkan masalah resistensi serangga sehingga mempersulit penanganan di kemudian hari.
Si Aedes aegypti namanya kembali naik daun. Ia membawa ancaman wabah yang mematikan dan membawa virus bernama zika.
Sejak dua tahun lalu virus ini menyebar ke timur melintasi Samudra Pasifik ke Polinesia Perancis, kemudian ke Pulau Paskah dan tahun 2015 menyebar ke Amerika Tengah, Karibia, dan kini menyebar ke Amerika Selatan sebagai satu wabah besar.
Awal tahun ini dunia mulai mewaspadai penyebaran virus ini. Pusat kontrol dan pencegahan penyakit (CDC) Amerika Serikat mengeluarkan panduan perjalanan untuk negara-negara tejangkit wabah, termasuk panduan langkah pencegahan yang dipertingkatkan dan pertimbangan untuk menunda kehamilan bagi wanita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ferri-amiril-mukminin-wartawan-tribun-baru_20150616_132528.jpg)