Pasar Tematik
Pembangunan Tak Kunjung Terwujud, Pedagang Merasa Dibohongi
Selain dijadikan pasar tematik, beberapa pasar tradisional pun rencananya akan dilengkapi dengan hunian semacam rumah susun (rusun).
Penulis: dra | Editor: Dedy Herdiana
Padahal, Nia sangat berharap, adanya revitalisasi ini dapat membuat lantai dua bisa "hidup" kembali. Sebab, sejak 2005, kondisi di lantai dua pasar tersebut sepi. Dari 71 pedagang buku, yang tersisa hanya lima pedagang, itu pun tak setiap hari semuanya berjualan.
"Katanya mau dijadikan sentra kaus. Kalau ibu, sih, setuju saja. Paling nanti ibu beralih jualan, jadi jualan baju muslim," kata Nia, yang sudah berjualan buku di Pasar Cihaurgeulis sejak tahun 1987.
Namun, untuk revitalisasi ini, Nia mengaku belum ada sosialisasi. Ia pun belum tahu nanti akan direlokasi ke mana saat pembangunan dimulai. "Mau di depan Pusdai, kan, enggak boleh. Bingung harus di mana kalau pasar ini dibenahi," kata pedagang yang tinggal di Jalan Suci ini.
Engkos Koswara (55), pedagang ayam potong di Pasar Cihaurgeulis, juga mengaku belum banyak tahu mengenai program revitalisasi ini, apalagi soal rencana menjadikan pasar ini sebagai pasar kaus.
Soal rencana itu, Engkos justru mengaku bingung. "Bagaimana nanti dengan pedagang seperti kami? Mau jualan di mana?" katanya.
Di Pasar Kosambi, kondisinya juga tak jauh berbeda. Lantai satu pasar ini masih diisi oleh pedagang oleh- oleh Bandung, sembako, sayuran, dan daging, sedangkan lantai dua masih diisi penjual pakaian.
"Katanya mau dijadikan pasar khusus jualan oleh-oleh. Tapi, enggak jelas bagaimana kelanjutannya," ujar Masitoh (50), penjual oleh-oleh makanan di Pasar Kosambi, Selasa (19/1).
Rusun
Selain dijadikan pasar tematik, beberapa pasar tradisional pun rencananya akan dilengkapi dengan hunian semacam rumah susun (rusun).
Salah satu pasar yang akan "disulap" menjadi seperti itu adalah Pasar Kiaracondong di Jalan Ibrahim Adjie. Namun, hingga Selasa lalu, tanda-tanda pembangunan di sana juga belum terlihat.
Wawan Darmawan (52), pedagang ayam potong di Pasar Kiaracondong, juga mengaku pernah mendengar rencana pembangunan ini. Ia mengaku sangat mendukung upaya revitalisasi ini.
"Tapi, saya tidak setuju jika di pasar ini juga dibangun rusun. Di satu sisi memang positif karena ada tempat tinggal baru. Tapi, di sisi lain, keadaan pasar bakal lebih kumuh. Enggak kebayang nanti bagaimana," katanya.
Di pasar ini, sejumlah pedagang, mulai pedagang sayuran, daging, buah-buahan, hingga perhiasan, berkumpul di lantai satu. Lantai dua hanya digunakan oleh pedagang baju.
Seperti di Pasar Sarijadi, kondisi bangunan di Pasar Kiaracondong juga sudah rusak. Di dalam pasar bahkan sudah ada beberapa ruangan yang sudak tidak tertutup atap.
"Karena itu, kalau memang benar pasar ini akan diperbaiki, kami berharap dilakukan secepatnya. Akan tetapi, pemerintah harus juga memikirkan di mana kami harus berjualan jika pembangunan mulai dilaksanakan. Jangan sampai pindahnya terlalu jauh, itu akan memberatkan kami," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pasar-tematik-kota-bandung-sarijadi_20160123_132645.jpg)