Pasar Tematik
Pembangunan Tak Kunjung Terwujud, Pedagang Merasa Dibohongi
Selain dijadikan pasar tematik, beberapa pasar tradisional pun rencananya akan dilengkapi dengan hunian semacam rumah susun (rusun).
Penulis: dra | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dony Indra Ramadhan
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Revitalisasi puluhan pasar tradisional di Kota Bandung menjadi pasar-pasar tematik rupanya tidak berjalan seperti yang direncanakan.
Meski peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya revitalisasi pasar telah dilakukan pada 2014, tak satu pun pasar yang berhasil direvitalisasi hingga tahun 2015 berakhir.
Padahal, menurut rencana, ada enam pasar tradisional yang tahun itu seharusnya sudah mulai bisa "disulap" menjadi pasar-pasar tematik.
Keenam pasar tersebut adalah Pasar Sarijadi (tematik sayuran), Pasar Sederhana (kerajinan tangan), Pasar Cihaurgeulis (kaus), Pasar Kosambi (batik dan oleh-oleh Bandung), Pasar Wastukancana (bunga), dan Pasar Palasari (buku).
Akibat tak berjalannya proses revitalisasi keenam pasar itu, proses revitalisasi delapan pasar yang sedianya akan dilakukan pada tahun ini otomatis terhambat. Padahal, hingga 2018, ada 22 pasar yang proses revitalisasinya ditargetkan selesai.
Di Pasar Sarijadi, yang peletakan batu pertama proses revitalisasinya dilakukan dua tahun lalu, aktivitas pedagang bahkan cenderung berkurang. Dari sejumlah kios yang ada, hanya beberapa yang masih buka.
Tak hanya itu, kondisi pasar ini pun kian tak terurus. Ke mana pun mata memandang nyaris selalu ada sampah yang berserakan. Selasa (19/1), saat Tribun berkunjung ke sana, tumpukan sampah juga memenuhi kontainer di tempat penampungan sementara yang berada di muka pasar.
Titik tempat peletakan batu pertama revitalisasi pasar dulu juga sudah tak lagi terlihat. Ada banyak tanaman liar dan keranjang bekas yang menutupinya.
Anayu (56), pedagang sayuran yang Selasa siang itu masih membuka kiosnya, mengatakan, setelah peletakan batu pertama dulu, tak ada kegiatan pembangunan apa pun di Pasar Sarijadi.
"Katanya, tahun kemarin mau mulai. Tapi, ternyata belum aja. Asa dibobodo (seperti dibohongin)," ujar Anayu di kiosnya.
Anayu mengatakan, para pedagang pasar sebenarnya sangat mendukung revitalisasi ini dan sangat ingin program tersebut segera dilakukan.
"Sudah lama sekali pasar ini tak diperbaiki. Kalau dibenerin, kan, lebih nyaman, lebih enak. Pengunjung juga bisa lebih nyaman berbelanja," katanya.
Seperti halnya di Pasar Sarijadi, tanda-tanda dimulainya proses revitalisasi pasar juga tak tampak di Pasar Cihaurgeulis di Jalan Surapati. Lantai satu pasar ini masih digunakan untuk pedagang sembako dan pedagang basahan (sayur, daging), sedangkan lantai dua masih digunakan untuk pedagang buku.
"Memang, dengar-dengar mau ada perbaikan. Tapi, sejauh ini belum ada tanda-tanda akan di mulai. Dari dulu memang yang ada cuma rencana-rencana," ujar Hj Nia Kurniasih (62), pedagang buku di lantai dua Pasar Cihaurgeulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pasar-tematik-kota-bandung-sarijadi_20160123_132645.jpg)