Kesehatan
Ini Kesiapan Kota Bandung Hadapi Penyakit Internasional
PENANGGULANGAN dan antisipasi yang dilakukan tidak hanya untuk penyakit di Indonesia saja melainkan juga penyakit di luar negeri.
Penulis: cis | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, menilai Kota Bandung merupakan kota terbuka untuk semua masyarakat khususnya dari luar negeri.
Menurutnya, penanggulangan dan antisipasi yang dilakukan tidak hanya untuk penyakit di Indonesia saja melainkan juga penyakit di luar negeri.
"Kami sendiri memiliki penanggulangan sistem kesehatan terpadu yang menghubungkan 31 rumah sakit untuk mengantisipasi hal tersebut," ujar Ahyani ketika ditemui Tribun usai menghadiri simulasi penanganan dan penangulangan public health emergency of internastional concern (PHEIC) di Bandara Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (14/12/2015).
Ahyani menilai, kegiatan tersebut merupakan bentuk keseriusan Kantor kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung untuk menjaga masyarakat yang masuk ke Jabar tetap sehat agar. Selain itu juga untuk mecegah penyebaran penyakit yang masuk dan menggangu masyarakat di Jabar.
"Kami bersama KKP Kelas II Bandung selalu berkoordinasi karena mereka berada di bawah naungan kementerian kesehatan. Sedangkan kami menyediakan fasilitas kesehatan karena di Kota Bandung banyak rumah sakit rujukan nasional juga," ujar Ahyani.
Ahyani pun menyebut, pihaknya selalu memantau penyakit yang dimungkinkan masuk ke Kota Bandung bersama KKP.
Selain itu juga pihaknya mengedarkan surat peringatan ke fasilitas kesehatan untuk memantau pola penyakit di tengah masyarakat.
"Insyallah kami siap untuk membantu antisipasi dan penanggulangan penyakit yang masuk ke wilayah Jabar bersama KKP. Karena Bandara Husein sendiri merupakan pintu masuk melalui udara," ujar Ahyani. (*)