Kesehatan

Mentimun, Makanan Rasulullah Muhammad yang Digemari Orang Sunda

Pola makan Muhammad ini dikenal dengan istilah "food balancing," menyeimbangkan sifat yang berlebih dari suatu makanan dengan lawannya.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
shutterstock
Mentimun 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Hampir di semua warung-warung makan khas Sunda di Jawa Barat atau di daerah lainnya, selalu menyediakan buah mentimun untuk lalapan sambal. Bahkan ada sebagian orang yang memang menyengaja mengonsumsinya.

Nah, kegemaran orang Sunda mengonsumsi mentimun ini, ternyata juga dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Muhammad menyantap mentium untuk kesehatan, yaitu untuk menyeimbangkan makanan ketika ia mengonsumsi makanan yang sifatnya panas, seperti saat memakan buah kurma. Lalu Muhammad menyeimbangkan dengan mentium karena sifat timun adalah dingin.

Dalam sebuah hadist juga disebutkan kalau Muhammad memang mengonsumsi mentimun. "Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam makan mentimun dengan ruthab (kurma muda)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dikutip dari laman muslim.or.id, pola makan Muhammad ini dikenal dengan istilah "food balancing," menyeimbangkan sifat yang berlebih dari suatu makanan dengan lawannya. Itulah mengapa Muhammad selalu tampil prima dan sehat.

Belakangan pola makan sehat itu menjadi tren dan orang-orang menyebutnya dengan istilah FC atau food combining. FC adalah pola makan yang diselaraskan dengan ritme sirkardian (mekanisme alamiah tubuh manusia). Metode ini tidaklah membatasi jenis makanan tertentu, namun mengatur kombinasi makanan sehingga sesuai dengan kemampuan dan siklus pencernaan tubuh. Dengan menerapkan metode ini diharapkan beban pencernaan akan lebih ringan, tubuh dapat menyerap nutrisi secara sempurna, racun dapat dikeluarkan dari tubuh, dan sisa energi untuk pencernaan dapat disalurkan bagi perbaikan organ tubuh lainnya.

Ditinjau dari kandungan gizinya, mentimun memang memiliki kandungan gizi yang baik. Dikutip dari laman manfaat.co, mentimun terdiri dari 95% air dan secara alami rendah kalori, lemak, kolesterol dan sodium. Menurut USDA National Database Gizi, 1 cangkir irisan mentimun dengan kulitnya (sekitar 119 gram) mengandung :

115 gram air
16 kalori
0,8 gram protein
0,2 gram lemak
2,9 gram karbohidrat (termasuk 0,9 gram serat dan 1,8 gram gula)
Di dalam secangkir ketimun ini, juga mencukupi kebutuhan harian zat seperti 11% dari vitamin K, 4% vitamin C, magnesium, kalium dan mangan dan 2% dari vitamin A, thiamin, riboflavin, B-6, folat, asam pantotenat, kalsium, zat besi, fosfor, seng dan tembaga.

Buah mentium sangat baik untuk kesehatan. Manfaat ketimun bagi kesehatan sangat beragam, mengkonsumsi ketimun akan menambah asupan berbagai zat yang penting untuk tubuh. Berikut adalah ulasan berbagai manfaat mentimun untuk kesehatan tubuh manusia.

1. Melindungi Otak

Di dalam ketimun terdapat sejumlah zat yang bernama flavanol (fisetin), yang memiliki manfaat dalam peningkatan memori dan melindungi sel-sel saraf, dari penurunan fungsi otak yang berkaitan dengan usia. Pada penelitian yang dilakukan oleh tikus, senyawa fisetin ini memberikan perlindungan secara progresif terhadap gangguan Alzheimer.

2. Asupan Antioksidan

Ketimun memang kaya dengan beragam jenis antioksidan juga terdiRI dari :

flavonoid
quercetin
apigenin
luteolin
kaempferol
termasuk vitamin C dan beta karoten
Antioksidan dapat membantu melawan pertumbuhan gejala kanker dan menurunkan resiko penyakit kronis termasuk penyakit jantung.

3. Menjaga asupan air bagi tubuh

Ketimun mengandung 96% kadar air yang lebih baik dibanding air biasa. Memekan ketimun, dapat menghindarkan diri dari dehidrasi dan tentunya membantu menetralkan toksin dalam tubuh.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved