Komunitas

Komunitas Rumah Pandai Terang Indonesia Tergerak dari Bencana

SEPEKAN ke belakang kita dihebohkan dengan berita beberapa selebritas Indonesia yang melakukan aksi sosial dengan mengikuti aksi lari marathon.

Editor: Hermawan Aksan
TRIBUN JABAR
Komunitas Rumah Pandai Terang Indonesia. 

SEPEKAN ke belakang kita dihebohkan dengan berita beberapa selebritas Indonesia yang melakukan aksi sosial dengan mengikuti aksi lari marathon sejauh 10 km yang digelar di Bali demi pembangunan sebuah sekolah di Distrik Sota, Papua.

Salah satunya adalah Kelly Tandiono, model cantik berbakat Indonesia.

Dalam lomba lari tersebut kelly memenangkan hadiah sebesar Rp 8 juta, dan uang tersebut Kelly sumbangkan ke yayasan Rumah Pandai Terang Indonesia.

Terang Indonesia Didirikan oleh Kanaya Tabitha Pada 2013, perancang busana kebaya kenamaan Indonesia tersebut tergerak hatinya ketika berkunjung menemui korban erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara.

Kala itu Kanaya membantu memberikan bantuan logistik kepada korban Sinabung.

Atas keprihatinanya terhadap korban bencana erupsi Gunung Sinabung terutama kepada anak-anak, Kanaya mendirikan Rumah Pandai, yaitu sebuah rumah pemberdayaan yang ditujukan bagi para korban bencana Sinabung.

Saat ini komunitas yang terdiri dari masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial tersebut telah berkembang.

Tidak hanya di Jakarta, rencananya komunitas ini akan memperluas jaringannya hingga ke beberapa kota besar di Indonesia, salah satunya di Bandung.

Mereka akan menjaring para pemuda dan intelektual muda untuk bergabung membangun dan menyejahterakan Indonesia.

Terang Indonesia adalah kumpulan anak-anak muda yang memiliki jiwa sosial dan kemanusiaan.

Para intelektual muda ini dipilih dan dipersatukan dalam wadah Terang Indonesia di bawah naungan yayasan Rumah Pandai.

Mereka diamanahi untuk membangun dan menyejahterakan masyarakat terpencil dan korban bencana alam maupun sosial di Indonesia melalui pemberdayaan.

Kelompok pemuda ini diharapkan dapat menciptakan dan mendorong Indonesia menjadi lebih baik.

"Wajah asli Indonesia itu berada di setiap perbatasan, wilayah tertinggal dengan kondisi sarana dan prasarana sosial dan ekonomi yang masih sangat terbatas," tutur Eddy Setiawan (22) ketua Terang Indonesia regional Bandung.

Jadi selain membangun dan menyejahterakan masyarakat di daerah terpencil, mereka juga bertugas untuk membangun daerah Perbatasan Negeri, yang merupakan etalasenya Indonesia.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved