Komunitas
Indonesian Bambu Community, Membentuk Band untuk Promosi
MESKI Adang penggagas IBC, ia sama sekali tidak bisa memainkan satu pun jenis alat musik.
MESKI Adang penggagas IBC, ia sama sekali tidak bisa memainkan satu pun jenis alat musik. Sebagai alat promosi, Adang membentuk grup musik D'Bambu Essential, binaan IBC.
Lewat D'bambu Essential pula IBC dan karya Adang semakin dikenal di dalam dan luar negeri. Terkahir, D'bambu Essensial baru tampil di festival musik etnik bertajuk Borneo Cultural Festival yang diselenggarakan di Sibu, Malaysia, pada 6-8 Agustus.
Dalam festival tersebut, D'bambu Essensial bermain bersama beberapa grup musik dari Malaysia, India, Singapura, Indonesia, dan Tunisia.
"Nah, itu juga sebagai pembuktian kalau alat ini bisa dimainkan, karena sebelumnya banyak yang bilang ini cuma pajangan," katanya.
Selain mengenalkan inovasi alat musiknya, IBC juga punya misi khusus, yakni mengenalkan lagu karya anak bangsa lewat festival dan pameran.
Saat ini, Adang sedang melakukan riset untuk membuat piano dari bambu dan alat musik tiup dari bambu, seperti saxophone. (bb)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ibc_20150906_062730.jpg)