Komunitas
Komunitas 1000 Guru Bandung Survei untuk Lokasi Pilihan
UNTUK menentukan target lokasi yang akan didatangi, biasanya tim dari 1.000 Guru akan melakukan survei terlebih dahulu.
UNTUK menentukan target lokasi yang akan didatangi, biasanya tim dari 1.000 Guru akan melakukan survei terlebih dahulu.
Lokasi yang dipilih biasanya sekolah yang infrastruktur dan fasilitasnya tidak layak dan tentunya yang berdekatan dengan tempat wisata.
"Kami datang di lokasi survei yang dekat tempat wisata dan melihat sekolah yang kondisinya kurang layak. Karena yang saya ketahui langsung, mereka anak-anak desa punya semangat tinggi untuk sekolah. Berangkat subuh karena jarak dari rumah ke sekolah sampai puluhan kilometer," ujar Nisa.
Menurut Nisa, para murid dan warga sekitar yang mereka datangi juga memberikan respons dan antusiasme yang besar terhadap kegiatan mereka.
Bahkan tiap kali 1000 Guru akan pulang dari daerah yang mereka datangi, banyak anak-anak yang meminta mereka untuk jangan dulu pulang.
Selain itu, mereka juga kerap kali memberikan banyak oleh-oleh untuk rombongan dari 1.000 Guru.
"Masyarakat yang kami datangi sangat antusias. Jadi kayak kemarin yang di Ciwidey pada bilang 'Kak jangan dulu pulang, Kak, nanti kesini lagi ya'. Warga sekitar juga baik dan ramah sama kami. Waktu di Ciburial sampai dapet oleh-oleh kentang berkarung-karung. Pokoknya sayur-sayuran hasil bumi mereka, kami dibawain," ujar Nisa.
1.000 Guru sendiri menggunakan kekuatan media sosial dalam menyebarkan semangat membangun pendidikan di Indonesia.
Menurut Nisa, media sosial merupakan cara paling efektif untuk mengajak anak muda sekarang ikut bergerak dan peduli.
Melalui kegiatan di 1.000 Guru ini, mereka ingin mengajak para generasi muda untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi sekitar meskipun hal tersebut hanyalah hal kecil seperti mengikuti traveling and teaching ini.
"Gak dimungkiri pemerintah juga punya banyak hal yang harus diurusin, kenapa gak kita-kita ini generasi muda untuk terjun langsung bantu mereka meski cuma sehari tapi bermanfaat. Kita ingin ngajak semua anak muda daripada kalian leha-leha buang-buang uang cuma buat traveling aja, lebih baik gabung dengan kami, jalan-jalan sambil ngajar," ujar Nisa.
1.000 Guru sangat terbuka dengan semua pihak dari kalangan manapun untuk bergabung bersama mereka menebar manfaat di bidang pendidikan. Menurut Nisa, jika ingin bergabung dengan 1.000 Guru harus mempunyai kecintaan terhadap pendidikan dan juga niat untuk mengajar anak-anak.
"Yang pasti harus peduli pendidikan dan mempunyai niat untuk ngajar, sehat jasmani dan rohani," ujar Nisa.
Pada 21-23 Agustus 2015 mendatang, 1.000 Guru akan kembali mengadakan kegiatan traveling and teaching di daerah Cianjur.
Kegiatan kali ini juga dalam rangka memperingati 3 tahun dibentuknya 1.000 Guru. Selain di Bandung, 1.000 Guru juga terdapat di 22 regional lainnya di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/seribu-guru_2_20150823_063830.jpg)