Kesehatan
Ternyata, Ini Penyebab Sariawan Itu Tumbuh di Dalam Mulut atau Bibir
JIKA setiap bulan Anda mengalami sariawan, kemungkinan Anda sedang mengalami sariawan kambuhan atau recurrent apthous stomatitis (RAS).
TRIBUNJABAR.CO.ID --- Jika setiap bulan Anda mengalami sariawan, kemungkinan Anda sedang mengalami sariawan kambuhan atau recurrent apthous stomatitis (RAS).
Lebih jauh, drg Citra Kusumasari, SpKG, seorang ahli ilmu karies, estetik kedokteran gigi, dan perawatan syaraf gigi di Nice Dental Care Ciputra Medical Center mengungkapkan, RAS merupakan penyakit yang ditandai oleh sariawan yang berulang dalam mukosa mulut tanpa adanya penyakit penyerta lainnya.
Sariawan yang Anda alami saat ini, kemungkinan berada dalam kategori RAS mayor.
RAS mayor memiliki diameter lebih besar dari 1 sentimeter, berlangsung selama 4 minggu atau lebih, dan lebih sering kambuh.
Pada saat penyembuhan, RAS mayor akan membentuk jaringan parut.
Sampai saat ini, dilansir kompas.com, penyebab RAS masih belum diketahui secara pasti.
Namun beberapa faktor yang diyakini sebagai pemicunya, antara lain:
1. Trauma fisik seperti tergigit, terkena sikat gigi, luka karena makanan atau pada pasien yang menggunakan kawat gigi.
2. Pada wanita, perubahan hormonal seperti saat menstruasi dapat mempengaruhi. Sekelompok RAS sering terlihat di masa pra menstrual. Keadaan ini diduga berhubungan dengan faktor hormonal antara lain hormon estrogen dan progesteron.
3. Defisiensi zat gizi seperti kekurangan vitamin B12, zat besi dan asam folat.
4. Pada beberapa orang, dapat disebabkan oleh stres.
5. Faktor herediter atau turunan.
6. Efek samping pengobatan, seperti ibuprofen dan aspirin.
7. Beberapa mikroorganisme di dalam rongga mulut diduga juga berperan penting dalam patogenesis RAS, terutama golongan Streptococcus.
8. Pada beberapa orang yang memiliki riwayat alergi, alergi makanan juga dapat memicu timbulnya RAS.
9. Pencetus RAS lainnya adalah kelainan sistem kekebalan tubuh, kelainan saluran cerna, dan kebiasaan merokok.

foto: shutterstock
Perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sariawan kambuhan, antara lain dapat melalui tatalaksana:
1. Farmakologis (dengan obat), terdiri dari pengobatan topikal (langsung dioles pada sariawan) dan non-topikal.
2. Non-farmakologis (bukan obat), yaitu dengan menjaga kebersihan rongga mulut, meminimalisasi stres, tidak merokok, menghindari rasa lelah yang berlebihan, dan menghindari trauma fisik.
3. Suportif, berupa memperbanyak asupan makanan, khususnya yang mengandung vitamin B12 dan zat besi seperti sayur-sayuran.
Sebaiknya, saat ini Anda berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis penyakit mulut (drg, SpPM).
Dalam menentukan diagnosa penyakit ini, harus dinilai melalui tanda klinis sariawan dan riwayat penyakitnya.
Serta harus dilihat melalui umur terjadinya, lokasi, durasi, serta frekuensi terjadinya sariawan.
Setiap hubungan dengan kelainan pencernaan, stres, dan makanan juga akan dicatat.
Sehingga, dilansir kompas.com, penegakkan diagnosa akan lebih akurat, sesuai, serta pengobatan yang akan anda dapatkan lebih memadai. (*)
MESKI TENGAH MENIKMATI LIBURAN.. TETAP WASPADA DAN HATI-HATI SAAT MENGINAP DI HOTEL.. BACA http://bit.ly/1J8KtWwJangan asal percaya dengan lubang intip itu.#ArsipTribun
Posted by Tribun Jabar Online on Saturday, July 18, 2015
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wanita-mengalami-sakit-sariawan_20150719_150546.jpg)