Ramadan 2015

Rasulullah Mencontohkan Doa Buka Puasa Seperti Ini

KITA sering kali kecolongan, waktu berbuka puasa malah kita pergunakan untuk sibuk mempersiapkan hidangan takjil, dari mulai kolak sampai es buah.

Penulis: Dicky Fadiar Djuhud | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
thinkstock
Illustrasi buka puasa. 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Kita sering kali kecolongan, waktu berbuka puasa malah kita pergunakan untuk sibuk mempersiapkan hidangan takjil, dari mulai kolak sampai es buah.

Padahal justru pada waktu inilah terdapat waktu mustajab untuk berdoa.

“Berkata Rasulullah saw: Terdapat tiga kaum yang doanya tidak akan ditolak: imam yang adil, orang yang puasa sampai dia berbuka, dan orang yang teraniaya.” (Hadits Riwayat Abu Hurairah ra)

Saat-saat sebelum berbuka puasa semestinya kita jadikan momen yang tepat untuk meminta ampunan, dan meminta segala macam permintaan pada Allah.

Sesungguhnya Ia Maha Mendengar dan Mengabulkan segala permintaan. Hanya orang sombong lah yang enggan meminta dan berdoa pada-Nya.

 وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚإِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Nah, Tribunners mulai saat ini mari kita merendahkan hati dan khusyu’ berdoa di saat-saat menjelang berbuka puasa.

Jangan biarkan diri kita disibukkan dengan urusan hidangan takjil semata, yang membuat kita banyak kecolongan waktu terdahsyat untuk berdoa.

Berikut ini doa buka puasa yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

(Dzahabadh dhoma,u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa,aLlah)

Artinya:

Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah

Doa tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Daruquthni, dihasankan Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Irwaul Ghalil, Misykatul Mashabih dan Shahih Abi Dawud.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved