Kesehatan

Makan Bayam Sehat, Tapi Ternyata. . .

DIBALIK manfaat dari jenis sayur ini yang konon sangat baik bagi tubuh, terdapat satu bahaya menanti.

Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
KOMPAS.COM
Illustrasi. 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Suka dengan bayam? Well, jenis sayuran yang sering keluar di film kartun Popeye sebagai penambah tenaga dalam waktu singkat ini tergolong dalam jenis sayuran favorit masyarakat Indonesia.

Kita mengenal berbagai jenis sayuran yang berbahan dasar bayam, dari yang menjadi campuran di pecel hingga sebagai bahan dasar sayur bening.

Namun, dibalik manfaat dari jenis sayur ini yang konon sangat baik bagi tubuh, terdapat satu bahaya menanti, yakni adanya resiko kontribusi pengembangan batu ginjal.

BACA JUGA: BREAKING NEWS: Jelang Laga Perdana Piala Jenderal Sudirman, Persib Bandung Berlatih di Parkiran

BACA JUGA: Heboh Isu Pembelian Sperma Rp 50.000 Per Masturbasi, Ditanggapi UGM

Tentu saja resiko akan batu ginjal ini tidak serta merta mengubah kualitas dari bayam itu sendiri. Resiko ini baru dapat terjadi jika bayam dikonsumsi secara berlebihan.

t

Hal ini dapat terjadi karena bayam mengandung kalsium oksalat dalam jumlah yang cukup tinggi.

Urine, atau air seni manusia biasanya mengandung begitu banyak bahan kimia yang berada dalam komposisi yang seimbang sehingga larutan urin dapat mengalir tanpa adanya pembentukan kristal.

Dilansir doktersehat.com saat komposisi dalam urine tidak seimbang, sebagai contoh terdapat kondisi dimana kalsium oksalat terlalu tinggi, maka batu ginjal pun dapat terbentuk.

Kalsium oksalat dalam jumlah yang cukup tinggi dapat ditemui di bayam, sehingga dengan mengonsumsi makanan ini secara berlebih, maka risiko terbentuknya batu ginjal pun dapat meningkat.

BACA JUGA: Konate Hengkang Usai Penyisihan Piala Sudirman, Djanur Akui Ada Dampak di Persib

BACA JUGA: Head to Head Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman Vs Pelatih Persela Didik Ludianto

Disamping bayam, kandungan kalsium oksalat yang cukup tinggi juga dapat ditemui di makanan seperti kacang, mentega kacang, berbagai produk kedelai, roti gandum, buah berry, anggur, wortel, seledri, terong, buah zaitun, kentang, ubi jalar, ataupun cokelat.

Jenis-jenis makanan tersebut harus kita perhitungkan dengan cermat sehingga kita tidak mengkonsumsi kalsium oksalat secara berlebihan. Disamping itu, konsumsi air putih juga harus diperbaiki, minimal kita harus meminum 8 hingga 13 gelas air putih dalam sehari untuk menjaga ginjal kita agar tetap sehat. (*)

>> YANG ENGGAK SEMPAT KE CAR FREE NIGHT DI JALAN ASIA AFRIKA BANDUNG.. BISA LIHAT DI SINI KESERUANNYA.....

Posted by Tribun Jabar Online on Saturday, May 16, 2015
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved