Rabu, 8 April 2026

SDM Bersertifikat Bidang Food dan Beverages Product Masih Minim

Program itu untuk menunjang pencetakan 100 ribu wirausaha baru

Editor: Dedy Herdiana
Dokumentasi Disparbud Jabar
Sebanyak 50 orang peserta ikuti Sertifikasi Bidang Food and Beverages Product, di Hotel Grand Hill Kabupaten Bogor, 14-16 April 2015. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, Balai Pengembangan Kemitraan, SDM Kepariwisataan dan Kebudayaan Disparbud Jabar menggelar Sertifikasi Bidang Food and Beverages Product, di Hotel Grand Hill Kabupaten Bogor, 14-16 April 2015. Hal itu ditujukan agar lahirnya SDM yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan untuk menunjang pencetakan 100 ribu wirausaha baru itu diikuti oleh 50 orang peserta. Diantaranya, 25 orang pelaku wirausaha yang ada di kabupaten kota di Jawa Barat dan 25 orang merupakan tenaga kerja perhotelan idang F & B Product di JAwa Barat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Drs Nunung Sobari MM menjelaskan bermunculannya pembangunan sarana hotel saat ini, belum diimbangi dengan ketersediaan kualitas SDN yang mumpuni, yang mampu menjadi daya saing terhadap “serbuan” pekerja asing.

“Berdasarkan data yang ada, jumlah SDM yang telah mendapatkan sertifikasi masih jauh dari harapan, baru mencapai 0,3 persen dari jumlah yang ada. Karena itu, kehadiran kegiatan ini tentunya sangat berdampak besar terhadap bidang perhotelan khususnya, umumnya dalam sektor wirausaha baru bidang pariwisata,” paparnya.

Nunung mengatakan pembangunan kepariwisataan tidak terlepas dari unsur pemerintah, dunia usaha pariwisata (perhotelan) dan masyarakat. Ketiga unsur tersebut, merupakan satu kesatuan yang saling berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan kepariwisataan. Pemerintah terus mendorong pembangunan pariwisata dengan memfasilitasi berbagai kebijakan yang dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah. Begitu juga dengan dunia usaha perhotelan dan masyarakat turut berperan aktif dalam mendorong bidang pembangunan pariwisata.

“Partisipasi masyarakat dan dunia usaha nampak dari munculnya berbagai sarana dan prasarana yang menjadi kebutuhan wisatawan. Demikian juga partisipasi masyarakat diwujudkan dalam bentuk komunitas masyarakat. Pariwisata yang diwadahi melalui kelompok pariwisata (kompepar), yang pada akhirnya ketiga unsur tadi memiliki peran yang sangat penting, khususnya peningkatan sector pelayanan pada usaha perhotelan dan dunia usaha bidang pariwisata yang dapat mempercepat pembangunan bidang kepariwisataan Jawa Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan beragamnya jasa industri pariwisata seperti perhotelan dan wirausaha bidang pariwisata lainnya, pengelola perhotelan yang bergerak dalam bidang food and beverages product khususnya, usaha cinderamata serta kuliner yang tentunya membutuhkan pembinaan yang cukup intensif, mengingat pengelolaan usaha bidang pariwisata ini dapat memanfaatkan jasa keprofesian dan dapat memberikan nilai tambah terhadap wirausaha baru industry pariwisata di Jawa Barat.

Kepala Balai Pengembangan Kemitraan, Pelatihan Tenaga Kepariwisataan dan Kebudayaan Drs. Rusyandi M.Si mengatakan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, motivasi, inovasi dan kreatifitas yang tinggi dalam penerapan keterampilan pada profesi F & B product padang bidang pariwisata dan pelayanan bidang perhotelan di Jawa Barat.

“Mengefektifkan peserta sertifikasi kompetensi bidang pariwisata agar lebih memiliki rasa kebersamaan yang harmonis dalam menjunjung nilai-nilai kreatifitas dalam pengembangan “wirausaha baru” khususnya di sector kepariwisataan dan perhotelan,” ungkapnya. (*)


[VIDEONEWS] : INILAH ALASAN RIO SANTOSO "SAKITNYA TUH DISINI" MEMBUNUH SANG JANDA CANTIK TATA CHUBBY.BACA--->...

Posted by Tribun Jabar Online on Wednesday, April 15, 2015
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved