Orang Terbawa Pesawat
Kejadian Mirip Mario yang Ditemukan di Ruang Roda Pesawat Terjadi di AS
Pilot dari pesawat 448 dengan tujuan Los Angeles, mendengar suara gedoran "dari bawah pesawat"
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNJABAR.CO.ID - Peristiwa ini hampir mirip dengan yang dialami pesawat Garuda Indonesia (GA 177) yang terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim II menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (7/4/2015) sore.
Bedanya pesawat Indonesia ini disusupi Mario Steve Ambarita yang menyelinap ke ruang roda saat pesawat tersebut akan tinggal landas, sedangkan pesawat yang baru-baru ini tidak sengaja membawa petugas bagasi yang tertidur dalam pesawat. (Baca: http://jabar.tribunnews.com/2015/04/07/masuk-roda-pesawat-garuda-mario-meracau-di-ruang-medis-bandara )
Informasi yang dihimpun Tribun, sebuah pesawat Alaska Airlines mengumumkan keadaan darurat dan melakukan pendaratan khusus di Seattle, Amerika Serikat, karena beberapa saat setelah lepas landas, menemukan ada seorang pekerja terjebak di bagian kargo pesawat itu.
Pilot dari pesawat 448 dengan tujuan Los Angeles, mendengar suara gedoran "dari bawah pesawat", demikian pernyataan pihak Alaska Airlines seperti dilansir BBC Indonesia, Selasa (14/4).
Petugas bagasi muncul dan mengatakan bawa ia tertidur di bagian bertekanan udara itu, kata perusahaan penerbangan itu pula.

Ilustrasi petugas bagasi pesawat terbang di bandara
Pekerja itu "tampak OK" tapi dibawa ke rumah sakit sebagai tindakan pencegahan, katanya.
Pesawat telah berada di udara selama 14 menit.
Alaska Airlines kemudian mengatakan pekerja itu telah keluar dari rumah sakit dan juga telah lulus tes narkoba.
Lelaki itu dipekerjakan oleh Menzies Aviation. Menurut Alaska Airlines, sebelum pesawat lepas landas, kepala tim pekerja telah menyadari dia hilang.
Kepala tim dipanggil ke kargo dan menelpon ke ponsel pekerja itu tetapi tidak diangkat.
"Rekan-rekan kerjanya menganggap ia sudah selesai dengan jam kerjanya dan pulang ke rumah," kata perusahaan penerbangan itu.
Salah satu penumpang, Marty Collins, mengatakan kepada sebuah stasiun televisi lokal Seattle penumpang tidak mendengar adanya suara gedoran.
Dikatakannya: "Tak seorang pun penumpang di pesawat mendengar suara seperti itu, tak ada yang tahu mengapa pesawat kami berbalik ke bandara. Mereka hanya mengatakan kami baik-baik saja dan kami tidak bearada dalam bahaya.."
