Waspada DBD

Belum KLB, DBD Capai 322 Kasus dan Satu Meninggal di Bandung

Kasus demam berdarah (DBD) di Kota Bandung saat ini belum masuk kejadian luar biasa (KLB) namun warga Kota Bandung diminta tetap waspada.

Belum KLB, DBD Capai 322 Kasus dan Satu Meninggal di Bandung
DOKUMENTASI KOMPAS
Waspada Nyamuk Demam Berdarah. 

BANDUNG, TRIBUN - Kasus demam berdarah (DBD) di Kota Bandung saat ini belum masuk kejadian luar biasa (KLB) namun warga Kota Bandung diminta tetap waspada dan menjaga lingkungan masing-masing.

"Fogging itu alternatif terakhir, yang paling efektif mencegah demam berdarah dengan cara 3M plus (menguras, menutup dan
mengubur,red)," ujar Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr Susetyo Triwilopo di Balai Kota, Jumat (20/2).

Menurut Tio panggilan Susetyo, fogging baru bisa dilakukan jika dalam satu wilayah minimal tiga orang demam. "Kalau hanya satu orang yang sakit demam kemungkinan bukan DBD," ujar Tio.

Tio mengatakan DBD dibanding tahun lalu, dalam periode yang sama, jumlah kasus DBD di Kota Bandung, menurun. Tahun lalu, jumlah kasus sekitar 390, sementara tahun ini 322 kasus, dengan kasus yang meninggal satu orang.

"Kasus satu anak meninggal masih dalam penelitian apakah DBD atau bukan karena saat masuk rumah sakit, kondisinya DBD di level 2, jadi masih bisa disembuhkan. Selain itu, rumahnya cukup dekat dengan rumah sakit, jadi semestinya tidak ada keterlambatan penanganan," ujar Tio..

Tio menegaskan, di Kota Bandung masih belum KLB DBD karena kalau sudah masuk KLB ada mobil dan tim khusus yang mendatangi kawasan yang dinilai KLB. (Tsm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved