Cuaca Ekstrim dan Pembenahan TWA
Gunung Papandayan Ditutup, Wisatawan Asing Tetap Bisa Masuk
Kasi Konservasi Wilayah V BKSDA Kabupaten Garut, Toni Ramdhani, mengatakan seharusnya TWA Gunung Papandayan ditutup untuk siapapun.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
GARUT, TRIBUN - Walaupun dinyatakan ditutup untuk semua wisatawan dan pendaki, Taman Wisata Alam Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan masih dikunjungi dan dapat dijelajahi sejumlah wisatawan, Sabtu (14/2).
Para wisatawan ini terlebih dulu diberi penjelasan oleh relawan di sekitar lapangan parkir mengenai kondisi penutupan akibat cuaca ekstrim dan upaya pembenahan yang tengah dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Hal ini pun dilakukan relawan kepada serombongan wisatawan asal Jerman. Setelah diberi pengarahan dan penjelasan mengenai pembatasan aktivitas di kawasan tersebut, mereka dipandu berkeliling di sekitar kawah Gunung Papandayan.
Para relawan mempersilakan wisatawan menjelajahi kawasan kawah. Namun, mereka melarang para wisatawan untuk berkemah di kawasan kawah dan sekitarnya. Hal ini disebabkan cuaca ekstrim yang tengah melanda Garut.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah V BKSDA Kabupaten Garut, Toni Ramdhani, mengatakan seharusnya TWA Gunung Papandayan ditutup untuk siapapun. Hal ini disebabkan tengah berlangsungnya pembenahan tempat wisata tersebut.
"Semuanya tengah dalam tahap pembenahan. Selain itu, penutupan disebabkan cuaca ekstrim yang tengah melanda Garut. Seharusnya, para relawan mencegah para wisatawan masuk," kata Toni, Sabtu (14/2).
Wisatawan, katanya, baru bisa masuk saat kegiatan pemulihan kawasan puncak. Hal ini dilakukan dengan penanaman pohon dan penataan kios para pedagang.
Sebelumnya diberitakan, BKSDA Jawa Barat menutup jalur pendakian ke Gunung Guntur dan Gunung Papandayan. Kebijakan ini diambil untuk mencegah terjadinya hal yang tak diharapkan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini melanda Garut.
Penutupan jalur pendakian menuju dua gunung api aktif ini ditetapkan melalui melalui surat nomor S. 189/BBKSDA.JABAR-5/2015 tertanggal 29 Januari 2015. Dalam surat tersebut diterangkan, penutupan berlangsung selama 2 bulan mulai 2 Februari 2015 hingga 31 Maret 2015.
Penutupan jalur pendakian ini didahului dengan kejadian tersambarnya enam pendaki asal Depok dan Jakarta oleh petir di Gunung Guntur beberapa hari lalu. Mereka berhasil lolos dari maut walaupun harus dijemput tim penyelamat. (sam)