Hikmah Ramadan
Hakikat Musibah
BIASANYA sesuatu yang dikatakan musibah manakala terjadi bertentangan atau bertolak belakang dengan apa yang diharapkan.
Karena dia mengira yang dia minta itu baik, dan adalah manusia itu punya sifat tergesa-gesa. Jadi biarkanlah Allah memberikan yang terbaik bagi kita.
3. Musibah itu bisa saja merupakan azab bagi orang mukmin. Azab bagi orang mukmin di dunia masih bentuk kasih sayang Allah. Karena mungkin orang mukmin ini sudah terlalu jauh ke luar dari jalan yang semestinya ditempuh, maka diberikanlah musibah agar dia sadar dan kembali kepada jalan yang benar.
Rasulullah saw ketika ditanya oleh sahabat, kenapa engkau ya Rasulullah membebani diri dengan shalat malam sampai kaki bengkak-bengkak. Padahal Allah swt sudah menjamin akan mengampuni kalau ada kesalahan yang pernah diperbuat baik kesalahan yang dilakukan masa lalu maupun yang akan datang, keterangan jelasnya terdapat di dalam QS al Fath 1-2.
Jadi Rasulullah saw beribadah salat malam itu karena ingin mengungkapkan rasa syukurnya pada Allah. Jadi kalau kita bisa mensyukuri kenikmatan yang telah Allah beri pada kita maka Allah akan menambah lagi kenikmatan itu.
Kita meyakini bahwa selama ini kita telah menempuh jalan yang benar. Lalu, kita mendapatkan sesuatu yang kita anggap itu sebagai musibah maka hadapilah. Kalau ini ujian mudah-mudahan kita lulus, sehingga kita bisa meningkat keimanan dan kesalehan kita. Kalau ini pilihan Allah yang terbaik segera akan terbukti. Tapi, kalau kita merasa dalam akhir-akhir ini sudah berani berbuat hal-hal yang tidak di ridai oleh Allah swt, lalu kita diberi musibah, maka jangan menganggap ini adalah pilihan yang terbaik dari Allah untuk kita.
Oleh karena kita harus segera kembali ke jalan yang di ridai oleh Allah swt. Semuanya itu adalah bentuk kasih sayang Allah. Karena kalau yang pertama dan kedua Allah sedang menguji agar kita bisa meningkatkan keimanan kita, atau bahkan Allah sedang memberikan yang terbaik dan menghindarkan kita dari bencana yang lebih besar. Kemungkinan yang ketiga karena Allah ingin kita kembali lagi ke jalan yang di ridai Allah swt.
Mudah-mudahan sikap kita dalam menyikapi musibah ini menjadi benar dan tidak salah, dan kita harus bersyukur, karena Allah mengingatkan kita agar kita kembali ke jalan yang di ridai-Nya. Wallahualam bishawab. (AHMAD HERYAWAN)
Selengkapnya, bisa dibaca di Harian Pagi Tribun Jabar, Senin (7/7/2014).