Pedagang Berharap Untung dari Acara Ider-ideran Nadran
Ider-ideran nadran masyarakat Gunung Jati, Jumat (15/11) tak hanya menyedot warga untuk melihat jalannya acara. Sejumlah pedagang pun tak mau
Penulis: roh | Editor: Darajat Arianto
CIREBON, TRIBUN - Ider-ideran nadran masyarakat Gunung Jati, Jumat (15/11) tak hanya menyedot warga untuk melihat jalannya acara. Sejumlah pedagang pun tak mau ketinggalan. Mereka memanfaatkan acara ider-ideran dengan berjualan asongan.
Terlihat, para pedagang menawarkan barang dagangannya kepada warga yang sudah berjejer di sepanjang jalan yang akan dilintasi rombongan ider-ideran nadran. Padahal, acara ider-ideran juga belum dimulai.
Ider-ideran nadran rencananya akan dimulai pukul 14.00 dari Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Kemudian ider-ideran melintasi Jalan Raya Sunan Gunung Jati dan tiba di depan Gedung Negara BKPP Wilayah III Cirebon. Dari Gedung Negara, ider-ideran akan kembali ke Desa Astana.
Ider-ideran nadran biasanya berisi ragam ogoh-ogoh atau replika binatang dan benda-benda yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat pesisir Gunung Jati. Ogoh-ogoh tersebut diarak sepanjang jalan di atas roda pedati maupun kendaraan bermotor.
Ider-ideran nadran merupakan bentuk syukur masyarakat Gunung Jati atas limpahan rezeki selama setahun ke belakang. Selain itu juga doa untuk tahun yang akan datang. (*)