Waspada, Pil KB Bisa Berakibat Fatal

Pil KB yang punya segudang manfaat, ternyata bisa juga berakibat fatal. Kenapa?

Editor: Arief Permadi

SELAIN praktis, pil KB memiliki manfaat lain seperti mengurangi risiko pertumbuhan kista rahim dan tumor payudara serta berdampak positif pada kulit dengan mengurangi jerawat dan memperhalus kulit.

Namun, di balik kelebihan-kelebihan tersebut, pil KB tampaknya perlu diwaspadai. Pil KB dapat meningkatkan risiko trombosis (pembekuan darah), terutama jenis yang memakai drospirenon (progesteron sintetis yang sangat mirip dengan progesteron alami).

Trombosis di pembuluh darah berbahaya, bahkan berpotensi mematikan, karena dapat bermigrasi ke paru-paru atau otak, menyebabkan embolisme paru dan stroke. Risiko tertinggi terdapat pada wanita berusia di atas 35 tahun yang merokok. Faktor risiko lainnya adalah obesitas dan riwayat keluarga trombosis dan tromboembolisme.

Keprihatinan mengenai kenaikan risiko trombosis oleh pil KB berbasis drospirenon ini sebenarnya sudah cukup lama disuarakan, namun tampaknya baru mencapai puncaknya beberapa bulan terakhir ini. Setelah lebih dari 11.000 tuntutan hukum diajukan atas berbagai masalah kesehatan terkait kontrasepsi ini, badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) beberapa waktu lalu memerintahkan agar setiap produk pil KB yang berbasis drospirenon memuat peringatan mengenai risiko tersebut dalam kemasannya.

FDA mengutip beberapa studi epidemiologi yang menunjukkan bahwa kontrasepsi berbasis drospirenon meningkatkan risiko trombosis sampai 300% dibandingkan pil KB jenis lain. Lebih lanjut, otoritas kesehatan itu menekankan bahwa risiko trombosis penggunaan pil KB meningkat pada kehamilan, tidak peduli apakah produknya mengandung drospirenon atau tidak.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved