Mengajarkan Bahasa Sunda di Perbatasan Sangat Sulit
PERJUANGAN guru bahasa Sunda memiliki tantangan sendiri dibanding guru mata pelajaran lainnya. Hal itu terjai karena saat ini penggunaan
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Darajat Arianto
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Sunaryo Kartadinata, mengatakan, guru bahasa Sunda memiliki tugas besar menanamkan sikap kepada siswa agar mereka merasa bangga memiliki dan menggunakan bahasa Sunda. Selain itu, mereka membina kepedulian siswa terhadap bahasa Sunda dan memiliki kesadaran akan adanya keanekaragaman bahasa daerah di nusantara yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.
Pemberian Hadiah Hardjapamekas ini berlangsung untuk keenam kalinya. Acara ini terselenggara atas kerja sama antara Yayasan Kebudayaan Rancage dengan Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah FPBS dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda Sekolah Pascasarjana UPI.
Nama Hadiah Hardjapamekas diambil dari nama salah seorang tokoh pendidik di Jawa Barat, R Sobri Hardjapamekas (1913-2005). Pria kelahiran Cianjur ini memusatkan perhatiannya pada dunia pendidikan sejak tahun 1950-an, setelah terjun ke lingkungan pemerintahan. Pada dasarnya R Sobri Hardjapemakas adalah ahli dalam bahasa Jerman. Tapi perhatiannya besar pula pada perkembangan bahasa Sunda.
Penganugerahan Hadiah Hardjapamekas dimulai pada tahun 2008. Keluarga (alm) R Sobri Hardjapamekas, di antaranya Erry Riyana Hardjapamekas, adalah pelopornya. Selanjutnya, penganugerahan ini menjadi program tahunan Yayasan Kebudayaan Rancage. Penerima hadiah ini adalah guru bahasa Sunda jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA, masing-masing jenjang dipilih satu orang dengan hadiah berupa piala dan uang tunai sebesar Rp 5 juta. (*)